Suara.com - Mengalami peradangan lambung memang bisa menyebabkan nyeri di bagian perut. Tapi, apakah peradangan lambung juga bisa menyebabkan sesak napas?
dr. Poh Choo Hean dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura mengatakan tidak demikian. Menurutnya masalah lambung yang dialami pasien tidak akan menyebabkan sesak napas.
"Refluks biasanya tidak memberikan sesak napas. Untuk sesak napas Anda akan lebih baik memeriksakan diri ke spesialis paru-paru," tutur dr Poh di laman Smarterhealth.id.
"Anda mungkin perlu melakukan tes fungsi paru-paru atau rontgen dada untuk memastikan tidak ada masalah paru-paru," tambahnya lagi.
Ia menjelaskan bagi pasien peradangan lambung, memang terkadang gejalanya bisa dirasakan kembali.
Namun jika ini terjadi, pasien cukup meminum obat pereda gejala yang sudah diresepkan oleh dokter.
Ia mengatakan jika sakit perut disebabkan oleh adanya peradangan, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan untuk bisa sembuh total.
"Jika sakit perut disebabkan peradangan, kadang-kadang pengobatan 6-8 minggu akan mengobati peradangan atau ulkus (luka). Namun kadang-kadang gejalanya bisa kembali dan kemudian Anda hanya tinggal minum obat saat dibutuhkan," tutupnya.
Lalu, apa saja penyebab peradangan lambung yang bisa menyerang Anda? Melansir laman Hello Sehat, ini dia 5 penyebab radang lambung:
Baca Juga: 5 Dampak Buruk Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Pedas
1. Infeksi bakteri H. pylori
Helicobacter pylori adalah bakteri yang secara alamiah hidup dalam saluran cerna. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi jika jumlahnya berlebihan, H. pylori bisa menyerang dan menginfeksi lapisan perut.
2. Gangguan autoimun
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat.
Pada orang dengan gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuhnya keliru menyerang sel-sel sehat dalam lambung. Lama-kelamaan, hal ini dapat mengubah struktur dan mengurangi jumlah lendir pelindung dinding lambung sehingga memicu peradangan.
3. Kebocoran cairan empedu
Berita Terkait
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim
-
Cerita Marshel Widianto Nyaris Meninggal, Sesak Napas di Mobil Berujung di Meja Operasi
-
Viral Ibu Hamil Meninggal, Kontraksi Disebut Asam Lambung oleh Rumah Sakit di Aceh
-
8 Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung Tanpa Santan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun