Entertainment / Gosip
Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:30 WIB
Ibu hamil meninggal usai diduga salah diagnosis (Instagram/seputaraceh)

Suara.com - Seorang warganet membagikan pengalaman menyedihkan setelah kehilangan anggota keluarganya usai telat mendapatkan perawatan saat ingin melahirkan di RSIA Abby, Lhokseumawe, Aceh.

Peristiwa yang terjadi pada 16 Maret 2026 itu ramai diperbincangkan setelah keluarga korban membagikan kronologinya melalui media sosial.

Dikutip dari unggahan akun Instagram @seputaraceh, pasien awalnya merasakan nyeri kontraksi yang mengarah pada proses persalinan. 

Namun, saat tiba di RSIA Abby, kondisi tersebut justru disebut sebagai gangguan asam lambung oleh pihak rumah sakit.

Keluarga menyebut bahwa saat itu dokter kandungan yang biasa menangani pasien sedang cuti, sehingga tidak ada penanganan optimal yang diberikan. 

Padahal menurut mereka, kondisi pasien sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada awal April.

Situasi semakin memburuk karena pasien tidak segera mendapatkan tindakan medis yang memadai. 

Dalam kesaksiannya, keluarga mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap penanganan yang dinilai lambat dan tidak tepat.

Baca Juga: Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung

“Rumah sakit biadab, nyawa orang gak ada harganya di mata mereka. Dua hari satu malam udah kontraksi bayi mau lahir mereka gak ngerti, gak paham dibilangnya angin, asam lambung,” tulis salah satu anggota keluarga dikutip dari Instagram @seputaraceh pada Kamis (19/3/2026).

Tak hanya itu, keluarga juga mengaku sempat meminta agar pasien dipindahkan ke rumah sakit lain, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan. 

“Kami minta pindah rumah sakit pun dibilang gak bisa, dokter gak ada,” lanjutnya.

Lebih lanjut, keluarga juga menyinggung tenaga medis yang dinilai seharusnya tetap bisa mengambil tindakan darurat. 

“Memang iya dokter Liza ke jepang tapi harusnya kan mereka orang udah eemrgency ambil tindakan secepat mungkin. Ini malah dibilang types asam lambung, padahal bayar pake asuransi dari Pertamina,” ungkapnya.

Diduga karena penanganan yang lambat, pasien akhirnya meninggal dunia.

Load More