Suara.com - Seorang warganet membagikan pengalaman menyedihkan setelah kehilangan anggota keluarganya usai telat mendapatkan perawatan saat ingin melahirkan di RSIA Abby, Lhokseumawe, Aceh.
Peristiwa yang terjadi pada 16 Maret 2026 itu ramai diperbincangkan setelah keluarga korban membagikan kronologinya melalui media sosial.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @seputaraceh, pasien awalnya merasakan nyeri kontraksi yang mengarah pada proses persalinan.
Namun, saat tiba di RSIA Abby, kondisi tersebut justru disebut sebagai gangguan asam lambung oleh pihak rumah sakit.
Keluarga menyebut bahwa saat itu dokter kandungan yang biasa menangani pasien sedang cuti, sehingga tidak ada penanganan optimal yang diberikan.
Padahal menurut mereka, kondisi pasien sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada awal April.
Situasi semakin memburuk karena pasien tidak segera mendapatkan tindakan medis yang memadai.
Dalam kesaksiannya, keluarga mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap penanganan yang dinilai lambat dan tidak tepat.
Baca Juga: Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
“Rumah sakit biadab, nyawa orang gak ada harganya di mata mereka. Dua hari satu malam udah kontraksi bayi mau lahir mereka gak ngerti, gak paham dibilangnya angin, asam lambung,” tulis salah satu anggota keluarga dikutip dari Instagram @seputaraceh pada Kamis (19/3/2026).
Tak hanya itu, keluarga juga mengaku sempat meminta agar pasien dipindahkan ke rumah sakit lain, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan.
“Kami minta pindah rumah sakit pun dibilang gak bisa, dokter gak ada,” lanjutnya.
Lebih lanjut, keluarga juga menyinggung tenaga medis yang dinilai seharusnya tetap bisa mengambil tindakan darurat.
“Memang iya dokter Liza ke jepang tapi harusnya kan mereka orang udah eemrgency ambil tindakan secepat mungkin. Ini malah dibilang types asam lambung, padahal bayar pake asuransi dari Pertamina,” ungkapnya.
Diduga karena penanganan yang lambat, pasien akhirnya meninggal dunia.
Berita Terkait
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Daftar Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
-
Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tak Disangka, Ucapan Sang Anak Jadi Pemicu Nikita Willy Putuskan Berhijab di Ramadan 2026
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Bunda Corla Kini Jadi Penjaga Warnet di Jerman, Berapa Gajinya?
-
Sempat Buron, Detik-Detik Penangkapan Kiai Cabul di Pati Berlangsung Dramatis
-
Al dan Mulan Jameela Sudah Coba Tahan Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Bertubi-tubi, Berakhir Gagal
-
Syifa Hadju Izin ke Ibu Pakai Baju Terbuka di Bali: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel
-
Rieta Amilia Jadi Juri Lagi di Chef Expo 2026, Ungkap Penilaian dari Rasa hingga Kecepatan
-
Bikin Film 'Napi: Pesan dari Dalam', Erick Estrada Boyong Penghuni Lapas jadi Aktor