Suara.com - Seorang remaja memiliki kondisi langka di mana ia tidak akan pernah bisa menambah berata badan karena tubuhnya tidak dapat menyimpan lemak.
Dylan Lombard, 18, lahir didiagnosis MDP - Hipoplasia Mandibula, dengan Ketulian dan Fitur Progeroid.
Sang ibu mengaku khawatir saat Dylan terus mengalami kehilangan berat badan saat masih berusia 18 bulan.
Akan tetapi, baru 10 tahun kemudian dokter dapat mendiagnosisnya dengan kelainan itu. Sebab kondisi seperti yang diderita Dylan jarang terjadi dan hanya mempengaruhi 13 orang di seluruh dunia.
MDP adalah gangguan metabolisme yang sangat langka yang mencegah jaringan lemak disimpan di bawah kulit. Ini membuat penderitanya memiliki rahang bawah yang kecil, telinga, tuli dan pengencangan kulit.
"Hanya ada 12 orang lain di dunia yang memiliki MDP selain saya, tetapi ketika kami didiagnosis, kami merasa lega karena kami akhirnya tahu apa itu," kata Dylan, dikutip dari Mirror.
Efek fisik dari kondisi tersebut membuat Dylan sering mendapat tatapan aneh dan komentar soalnya fisik dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, dia belajar untuk tidak membiarkan komentar itu memengaruhinya seiring bertambahnya usia.
"Saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang mendukung saya dan mencintai saya apa adanya yang merupakan perasaan terbaik di dunia," jelasnya.
Baca Juga: Definisi dan Fungsi Lemak dalam Tubuh Manusia
Dylan sekarang bersemangat untuk menyebarkan kesadaran akan kondisinya dan menggunakan platformnya untuk membuat publik mengetahui MDP.
Karena MDP, Dylan tidak dapat melakukan banyak kegiatan fisik seperti olahraga. Tetapi ia berhasil menemukan hasratnya pada usia 11 tahun di bidang fotografi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin