Suara.com - Amerika Serikat telah mulai memberikan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 5-11 tahun sejak awal November 2021 lalu. Dan kemarin, Rabu (1/12/2021), mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama dengan pakar penyakit menular AS terkemuka, Dr. Anthony Fauci, mengunjungi klinik vaksinasi anak di Kimball Elementary School, Washington, guna memberi dukungan pada anak-anak yang tengah divaksinasi.
Kedatangan Obama tentu saja mengejutkan anak-anak dan para orangtua yang tengah menanti giliran divaksin. Tampak Obama memberikan stiker kepada sekelompok anak berusia lima hingga 11 tahun yang berkumpul di klinik. Obama bahkan melakukan tos kepada para siswa pemberani setelah mereka menerima vaksin.
“Tidak ada yang benar-benar menyukai suntikan,” ungkap Obama, melansir dari ABC News.
“Tapi, saya melakukannya karena itu akan membantu saya tetap sehat,” lanjut Obama.
Kimball Elementary School menjadi tuan rumah klinik vaksinasi pop-up yang ditargetkan untuk memberi suntikan kepada anak usia 5 hingga 11 tahun yang memenuhi syarat untuk divaksinasi Covid-19.
Dalam sambutan singkat di kunjungannya, Obama menyebutkan bahwa manfaat vaksinasi pada anak dapat memberikan harapan besar bagi mereka, di mana ini akan melindungi mereka dari wabah Covid-19.
“Saya pikir sangat penting bagi semua orang untuk mendapatkan informasi dan berbicara dengan profesional perawatan kesehatan. Jadi, bicaralah dengan dokter keluarga Anda. Bicaralah dengan dokter anak Anda untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” ungkap mantan presiden AS itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien