Suara.com - Meningkatnya kasus COVID-19 di benua Eropa membuat pemerintah Israel mengambil langkah cepat untuk memulai vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 5-11 tahun.
Penyuntikan dilakukan menggunakan vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNtech, setelah laporan otoritas kesehatan menyebut Setengah dari jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi saat ini berasal dari anak-anak berusia 11 tahun ke bawah.
Gelombang infeksi keempat yang melanda Israel pada Juni mulai mereda pada September.
Namun, jumlah kasus virus corona mulai mengalami peningkatan selama dua minggu terakhir.
Sebanyak 9,4 juta penduduk Israel berada pada usia muda, dengan sekitar 1,2 juta anak berada dalam kelompok usia 5-11 tahun.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Israel, anak usia 5-11 tahun menyumbang sepertiga kasus baru COVID-19.
Para ilmuwan dan pejabat meragukan Israel dapat mencapai "kekebalan kawanan" kecuali anak-anak divaksinasi.
Pemerintah mengatakan bahwa vaksinasi anak usia 5-11 tahun bertujuan untuk melindungi kesehatan mereka dan bukan hanya untuk menghentikan penularan virus corona.
Meskipun kasus COVID-19 pada anak kecil tidak menunjukkan gejala yang berat, infeksi dapat membawa risiko dalam jangka panjang.
Baca Juga: Selamat! 125 Mahasiswa Sains Terbaik Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Farmasi Amerika
Kemenkes Israel memperkirakan satu dari 3.500 anak yang terinfeksi virus corona akan mengalami sindrom inflamasi multisistem atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C).
Sindrom inflamasi multisistem adalah suatu kondisi serius ketika beberapa bagian tubuh, seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit, atau mata menjadi meradang.
Sebagian besar anak yang menderita sindrom inflamasi multisistem memerlukan perawatan intensif.
Kemenkes juga telah mencatat risiko gejala COVID-19 yang berkepanjangan, seperti gangguan tidur, nyeri otot, kehilangan penciuman dan pengecapan, sakit kepala, serta batuk.
Survei Kementerian Kesehatan Israel terhadap lebih dari 13.000 anak menunjukkan bahwa sekitar 11 persen menderita gejala COVID-19 yang berkepanjangan.
"Semua fenomena ini bisa menjadi parah dan kami ingin mencegahnya," kata Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz kepada anggota parlemen, Senin.
Vaksinasi anak dimulai di alun-alun Tel Aviv pada Senin. Gerakan vaksinasi anak akan dimulai secara nasional pada Selasa.
Sebuah jajak pendapat oleh Maccabi, penyedia layanan kesehatan Israel, menemukan bahwa 41 persen orang tua dari anak-anak usia 5 hingga 11 tahun bersedia untuk ikut dalam program vaksinasi, sementara 38 persen orang tua tidak bersedia dan 21 persen orang tua masih ragu-ragu.
Israel mencatat total 1,3 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan lebih dari 8.000 orang meninggal sejak pandemi mulai muncul.
Sekitar 57 persen populasi Israel sudah divaksin lengkap, baik sudah menerima dosis ketiga atau dalam lima bulan terakhir telah divaksin dosis kedua, menurut Kementerian Kesehatan Israel. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia