Suara.com - Ketika mendidik terkadang orangtua lupa cara menghargai sang anak. Terlebih, ada orangtua yang kerap membatasi anak sehingga mereka merasa tidak bebas.
Tak hanya itu, tidak jarang justru orangtua justru memaksakan kehendaknya sehingga sang anak kehilangan jati diri. Padahal, sebagai orangtua Anda perlu hargai keberadaan anak, terutama pada apa yang mereka lakukan selama itu positif bagi tumbuh kembangnya.
Mengutip dari buku Happy Parenting: Without Spanking Or Yelling (2017) yang ditulis oleh Novita Tandry, ada empat cara agar anak merasa dihargai keberadaannya. Ini dia!
Berikan Perhatian
Memberikan perhatian merupakan hal yang paling penting bagi anak. Bahkan, perhatian jauh lebih efektif jika tidak dibagi dan diberikan tanpa gangguan atau interupsi. Perhatian yang diberikan dari orangtua ke anak, meski hanya beberapa detik, itu sudah membuat anak jauh lebih berharga.
Perhatian tentu tidak harus memberi barang mewah kepada anak. Alternatif nya, Anda bisa berikan senyuman, pelukan hangat, atau kata-kata penyemangat untuk mereka.
Berikan Pujian
Selain memberi perhatian, pujian juga bisa meningkatkan rasa percaya diri anak. Ketika anak merasa diapresiasi atas tindakan positif yang dilakukannya, ini sangat berpengaruh terhadap perkembangannya di usia remaja dan dewasa. Tentu saja, ingatan anak akan terasa membekas ketika pujian dari orangtua bernada positif dan penuh kasih sayang.
Berikan hak istimewa
Baca Juga: 3 Tipe Orangtua Dalam Mendidik Anak, Kamu Yang Mana?
Memberi hak istimewa tidak harus dengan barang-barang mewah. Anda bisa memberi hak seperti kebebasan dan juga pujian untuk mereka. Pada saat Anda membagi waktu untuk sang anak, perlakuan yang baik serta perhatian bisa menjadi harta yang berharga untuk mereka. Tetapi, jangan untuk perhatikan pola makan sang anak. Dan di sinilah orangtua perlu memberi asupan yang baik buat anak.
Berikan Cinta Dan Kasih Sayang
Penting bagi anak untuk tahu bahwa mereka disayangi oleh orangtua nya sendiri, meski mereka melakukan hal yang buruk di lingkungannya. Dengan kata lain, Anda perlu berikan cinta dan kasih sayang, meski pada saat yang sama Anda membenci kesalahan anak yang telah dilakukannya. Jangan sampai rasa benci Anda malah menghilangkan rasa cinta Anda pada anak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh