Suara.com - Anda mungkin pernah terkena cacing kremi, yakni jenis cacing paling umum yang bisa menyebabkan infeksi di usus.
Cacing kremi adalah cacing gelang mikroskopis, tipis, dan putih yang hidup di usus besar dan rektum. Cacing parasit kecil ini bisa menyebabkan infeksi usus.
Jutaan orang setiap tahun terkena cacing kremi. Cacing ini menybar ketika telur mereka tertelan. Kemudian, telur akan tetap berada di usus sampai menetas dan matang.
Lalu, cacing kremi betina dewasa pindah ke usus besar dan keluar dari tubuh melalui dubur. Cacing akan bertelur di bagian tersebut dan menempel pada apapun yang bersentuhan, seperti pakaian dalam dan seprai.
Karena cacing kremi membuat anus gatal, telur cacing kremi ini juga bisa berpindah ke tangan ketika Anda menggaruknya. Kemudian, telur akan mengontaminasi apapun yang dipegang, seperti makanan, mainan dan permukaan apapun.
Gejala Cacing Kremi
Tanda umum cacing kremi termasuk rasa gatal yang luar biasa, terutama di malam hari di sekitar anus. Kondisi ini bisa menyebabkan iritabilitas dan seseorang kesulitan tidur.
Ruam atau iritasi kulit lainnya di sekitar anus bisa menjadi indikasi anak telah mengalami rasa sakit atau iritasi di sekitar area tersebut.
Gejala lain cacing kremi termasuk penurunan berat badan, mengompol dan kulit teriritasi di sekitar anus. Infeksi cacing kremi paling mungkin terjadi pada anak-anak usia lima sampai sepuluh tahun.
Baca Juga: Nikita Willy Berhasil Hamil setelah Akupuntur, Ternyata Ini 3 Fungsinya!
Orang yang tinggal di tempat ramai berisiko lebih tinggi terkena infeksi cacing kremi. Tapi dilansir dari The Sun, cacuing kremi ini juga mudah menyebar ke anggota keluarga, pengasuh dan anak-anak.
Cara Mengatasi Cacing Kremi
Dalam banyak kasus, Anda dapat mengatasi cacing kremi tanpa ke dokter. Anda cukup menjalani perawatan di rumah, termasuk bila tidak mengalami gejala apapun.
Jika Anda sudah sembuh dari cacing kremi, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan diri.
Anda bisa mencuci tangan dan menggosok kuku secara teratur, terutama sebelum makan, mandi setiap pagi, mencuci pakaian tidur, mendisinfeksi permukaan dapur dan kamar mandi untuk mencegah cacing kremi kembali.
Anda juga harus memastikan anak-anak mengenakan pakaian dalam yang bersih di malam hari dan menggantinya pada pagi hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?