Suara.com - Edelenyi Laura Anna sempat mengeluh sesak napas akibat asam lambung naik sebelum meninggal dunia. Hal ini terlihat dari isi chatting Laura terakhir kalinya dengan kerabatnya, Putri Jimbo yang dibagikan di Instagram.
Saat itu, Laura Anna sudah mengeluh dadanya terasa sesak akibat asam lambung. Tapi, Putri Jimbo tak mengira itu akan menjadi chatting-an terakhirnya dengan Laura Anna.
"Semalem udah bilang sesek tapi gatau kalo mau pergi secepat ini. Ga ada yang panggil kk princess jimbaran Lau @edlnlaura. Lau @edlnlaura semalem masih chat sama kamu dan sempet bilang sesek asam lambung ya Allah de kok cepet banget gini yaa Allah...," kata Putri Jimbo di Instagram.
Sesak napas merupakan keluhan umum yang dialami penderita maag ketika asam lambung naik. Gejala ini merupakan pertanda maag kronis.
Saat asam lambung naik, cairan asam itu akan bersentuhan dengan kerongkongan atau justru masuk ke dalam paru-paru yang menyebabkan sesak napas. Kondisi ini bisa menyebabkan saluran udara menyempit untuk memaksa cairan tersebut keluar dari paru-paru.
Jika kondisi ini sering terjadi terus-menerus, seseorang bisa mengalami batuk atau suara mengi. Terkadang, penderita juga bisa mengalami rasa sesak di dada.
Cara Mengatasi Sesak Napas akibat Asam Lambung
Tapi dilansir dari Hellosehat, ada cara cepat untuk membantu mengatasi sesak napas akibat asam lambung naik. Anda bisa pindah ke tempat terbuka yang memiliki sirkulasi udara bebas dan segar ketika kesulitan bernapas.
Kemudian, Anda bisa mencoba duduk tegak dan bernapas dalam perlahan-lahan melalui perut dan mengerucutkan bibir.
Baca Juga: Data Terbaru: Obat Antivirus Pfizer Efektif Lawan Varian Omicron
Letakkan tangan di atas perut dan ambil napas melalui hidung secara perlahan. Biarkan dada dan perut bawah mengembang sampai Anda merasa tangan di atas perut itu ikut naik.
Karena, itu artinya diafragma sedang bergerak ke bawah untuk memberi ruang bagi paru-paru Anda supaya terisi penuh dengan oksigen.
Tahanlah napas selama beberapa detik atau Anda bisa menghitung dari 1-10 secara perlahan. Lalu, buang napas melalui mulut secara perlahan dengan hitungan yang sama. Anda bisa mengulangi cara ini beberapa kali sampai napas kembali lancar.
Selain itu, sesak napas akibat asam lambung naik juga bisa ditangani dengan minum obat. Karena, obat-obatan tertentu memang bertujuan meringankan atau mencegah tersumbatnya jalan napas dan produksi lendir yang berlebihan.
Jika asam lambung naik sering kambuh dan beberapa kali menyebabkan sesak napas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang cepat dan tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga