Suara.com - Sebuah penelitian dari Northwestern Medicine yang diterbitkan pada 2016 lalu menunjukkan bahwa anak dari keluarga berpenghasilan rendah lebih mungkin memiliki alergi makanan yang dapat berdampak parah.
Sebab, alergi pada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah lebih mungkin tidak terdiagnosis akibat kesenjangan sosial ekonomi yang menghambat keluarga mereka mengakses perawatan pencegahan.
Berdasarkan laman Parents, alergi makanan dapat muncul kapan saja dalam hidup. Tetapi sebagian besar dimulai pada masa kanak-kanak.
Tetapi, paparan terhadap alergen yang dilakukan sejak bayi dapat menurunkan risikonya.
Itulah mengapa para ahli menyarankan dalam pedoman kesehatan Amerika Serikat tahun 2017 untuk mengenalkan alergen, seperti makanan yang mengandung kacang, kepada bayi sejak usia 6 bulan.
"Pengenalan dini alergen dan keragaman makanan sangat penting pada masa bayi. Melatih sistem kekebalan si kecil untuk mengenali alergen sebagai makanan, bukan sebagai benda asing adalah langkah penting," kata dokter anak di Universitas Stanford, Alok Patel.
Tetapi hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang berjuang memberi makan keluarga dan tidak mampu membeli berbagai makanan yang dapat membantu mencegah alergi.
Selain kurangnya pengenalan dini alergen makanan, faktor lingkungan dan kondisi kulit, seperti eksim, juga membuat anak-anak berisiko alergi makanan.
"Kita tahu bahwa eksim (kulit kering dan terbuka) adalah risiko nomor satu untuk mengembangkan alergi makanan," kata dokter anak dan kepala petugas medis SpoonfulOne, Wendy Sue Swanson.
Baca Juga: Program KemenPUPR Digenjot Cepat, Target Warga Berpenghasilan Rendah Untuk Miliki Rumah
Sementara faktor lain yang meningkatkan risiko alergi makanan pada anak-anak adalah kurangnya vitamin D dan penggunaan antibiotik berlebih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial