Suara.com - Beberapa perempuan kerap mengalami keputian di area organ intimnya. Terutama beberapa saat sebelum menstruasi.
Kondisi itu kerap membuat orang khawatir. Lantas, normalkah keputihan tersebut. Dikutip dari Healhtshots, keputihan benar-benar normal.
Beberapa perempuan mengalaminya setiap hari, sementara yang lain lebih jarang mengalaminya.
Keputihan yang normal biasanya jernih atau seperti susu dan mungkin memiliki aroma halus yang tidak menyenangkan atau berbau busuk. Penting juga untuk mengetahui bahwa keputihan berubah selama siklus menstruasi wanita. Oleh karena itu, beberapa perempuanmengeluh mengalami keputihan sebelum menstruasi.
Dr Pratima Thamke, Konsultan Obstetrician and Gynaecologist, Motherhood Hospital, Kharghar, Mumbai, untuk memahami apakah ini mungkin menjadi penyebab kekhawatiran.
Dia mengatakan keputihan yang terlihat sebelum menstruasi dikenal sebagai keputihan. Ini berisi cairan dan sel-sel yang keluar dari vagina. Keputihan dapat terlihat karena berbagai alasan.
Ini adalah kemungkinan penyebab mengalami keputihan sebelum menstruasi:
1. Memiliki sistem reproduksi yang berfungsi normal
Keputihan sebelum menstruasi adalah hal biasa, dan sama sekali tidak mengkhawatirkan. Ini juga dikenal sebagai lendir putih telur karena teksturnya tipis, melar, dan licin. Keputihan ini juga tidak berbau, dan sebagian besar perempuanmenyadarinya.
Baca Juga: Heboh Video Cowok Penasaran soal Menstruasi, Jawaban Cewek Ini Malah Bikin Geleng-geleng
2. Vaginosis bakterial
“Ini terlihat ketika keseimbangan alami bakteri di vagina terganggu. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ini terkait dengan merokok, douching, dan memiliki banyak pasangan seksual. Keluarnya cairan dari vaginosis bakterial dapat terlihat sebelum menstruasi,” kata Dr Thamke.
3. Infeksi jamur (kandidiasis)
Infeksi ragi juga merupakan kejadian umum, dan dapat dilihat sebelum menstruasi. Keputihan terlihat akibat infeksi jamur yang kental dan berwarna putih. Nah, ini juga bisa jadi penyebab keputihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat