Suara.com - Lelah bekerja atau ada masalah dengan pasangan di rumah? Itu semua wajar. Tapi hal yang mesti diingat orangtua adalah, jangan pernah melampiaskan amarah kepada anak.
Jangan karena merasa kesal, anak yang tidak tahu apa-apa malah terkena imbasnya. Hal tersebut memiliki dampak negatif pada anak, di mana anak yang lahir merasa bahwa dirinya beban bagi keluarga.
Memiliki kebiasaan melampiaskan amarah kepada anak juga dapat membuat emosi anak tak tersalurkan dengan benar. Hal itu berisiko membuat anak tumbuh memiliki karakter bermasalah di lain hari.
Salah satunya anak menjadi kerap menutup diri dari orang lain, merasa rendah diri, menjadi pemberontak, hingga menjadi pribadi yang emosional atau temperamental.
Agar pelampiasan amarah tersebut tidak berjangka panjang, bagaimana cara mengatasinya?
Berikut paparan dari Psikolog Anak dan Remaja Anastasia Satriyo M.Psi.
"Kalau kita lagi marah sama suami, kita perlu sedikit mengubah behavior kita. Kalau dulunya pas marah nyarinya anak dan menjadikan pelampiasan, kita harus break pattern atau istirahat,” ungkapnya dalam acara Ibu Dan Keluarga: Sumber Bahagia Atau Trauma? beberapa waktu yang lalu.
Selanjutnya, Anastasia mengatakan orangtua perlu memposisikan diri sebagai anak. Dengan memposisikan diri, orangtua dapat merasakan bagaimana jika sang anak dimarahi.
"Di sini kita bisa melihat, apakah ibu yang memarahi saya itu murni karena kesalahan saya, atau sedang kesal dengan ayah saya."
Baca Juga: Sabtu Kemarin, DKK Balikpapan Klaim Capaian Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Sudah 22 Persen
"Kalau ibu mau anaknya bisa berlaku adil ke orang lain, kita perlu melatih diri sendiri agar bisa berlaku adil."
“Tapi yang penting kita juga perlu self compassion, karena ini menyangkut soal keterbukaan diri. Dan ini perlu untuk melatih regulasi emosi," ungkap Anastasia lebih lanjut.
Intinya, anak akan bisa merasakan amarah orangtua.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026