Suara.com - Insomnia merupakan gangguan tidur yang terus-menerus terjadi secara berkala. Beberapa orang dengan insomnia merasa sulit untuk tidur, atau pun sering terbangun tengah malam lalu tidak bisa kembali tidur.
Memiliki masalah tidur sesekali sebenarnya wajar dan tidak akan terlalu berdampak pada kesehatan. Insomnia bisa dikatakan kronis, jika terjadi selama tiga malam berturut-turut dalam seminggu, selama setidaknya satu bulan.
Insomnia yang berlangsung kurang dari tiga bulan bisa disebut sebagai insomnia jangka pendek. Sedangkan, masalah tidur yang berlangsung lebih dari enam bulan dapat disebut insomnia jangka panjang.
1. Masalah Kesehatan Mental
Perasaan stres, depresi, atau cemas sangat mungkin menurunkan kualitas tidur. Ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Manusia tidak selalu bisa mengelola trauma emosional atau masalah mental tanpa dukungan profesional.
2. Ketidaknyamanan atau Rasa Sakit
Bisa berupa sesuatu yang sederhana, seperti kasur atau bantal tua yang terlalh keras. Bisa juga karena ruangan yang terlalu panas atau dingin. Ini bisa menjadi masalah yang lebih kompleks seperti penyakit kronis atau kondisi yang menyebabkan rasa sakit.
3. Jet lag
Akan jauh lebih sulit untuk mendapatkan pola tidur yang baik jika terus-menerus harus mengubah waktu tidur atau lamanya kita terjaga sepanjang hari akibat perbedaan waktu saat berpindah-pindah lokasi.
Baca Juga: Susah Tidur? Tenang, Ada Minuman yang Bisa Jadi Obat Tidur Alami
4. Konsumsi Kafein
Konsumsi kafein dapat membuat tubuh lebih sulit untuk tidur. Efeknya bahkan masih dapat mempengaruhi tubuh beberapa jam setelah meminumnya. Menjadi ide yang buruk untuk mengonsumsi segala bentuk kafein dalam waktu sekitar 6 jam sebelum tidur.
5. Minum Alkohol
Alkohol juga bisa membuat beberapa orang merasa sedikit mengantuk. Sehingga beberapa mungkin tergoda untuk mengonsumsinya untuk membantu tertidur. Namun, terlalu sering mengonsumsi alkohol juga dapat berdampak negatif pada pola tidur dan kualitas tidur.
6. Gangguan Malam Hari
Jika memiliki bayi di rumah atau bertanggungjawab mengasuh seseorang, biasanya akan menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari. Mungkin tidak mudah untuk bisa istirahat dengan baik. Minta bantuan orang lain untuk bergantian dan berbagi tugas dengan Anda.
7. Penyakit Tertentu
Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan insomnia. Kondisi nyeri kronis atau masalah pernapasan yang terkait dengan penyakit paru-paru atau jantung, dan sleep apnea.
Berita Terkait
-
Alasan El Rumi Mantap Nikahi Syifa Hadju Bikin Surya Insomnia Takjub
-
Surya Insomnia Klarifikasi Aksi Tambal Jalan di Tangsel: Tak Bermaksud Singgung Siapapun
-
Sulit Tidur? Coba Konsumsi 7 Makanan Ini Sebelum Beristirahat
-
Aksi Surya Insomnia Tambal Jalan Aspal Viral, Andre Taulany Beri Respons Kocak
-
Aksi Surya Insomnia Aspal Jalan Berlubang Viral, Pemkot Tangsel Kena Sindir
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI