Suara.com - Cedera angkle alias cedera pergelangan kaki merupakan salah satu cedera paling parah yang bisa menyerang olahragawan.
Seperti yang dialami oleh Fajri, yang mengaku pernah mendapatkan cedera angkle 2 tahun lalu saat taekwondo, namun masih merasakan kakinya tidak sekuat dulu.
"Dok, saya pernah cedera di ankle 2 tahun lalu saat taekwondo, bengkak di ankle sampai punggung kaki. Waktu itu diurut dan akhirnya kempes. Saat ini saya masih aktif taekwondo tapi rasanya kaki sudah tidak sekuat dulu. Apa kalau habis cedera memang gak mungkin kembali normal seperti dulu?" tulis Fajri di laman Smarter Health.
Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Tan Ken Jin dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura, mengatakan cedera angkle memiliki beberapa penyebab. Namun yang paling umum saat taekwondo adalah sobek ligamen.
Sobek ligamen yang parah bisa membuat pasien kehilangan keseimbangan dan kelemahan pada ankle.
"Jika sudah 2 tahun, yang terbilang cukup lama, sebaiknya periksakan ligamen ankle ke dokter spesialis ankle. Supaya bisa diperiksa apakah benar masalahnya seperti itu dan apakah bisa dibantu lewat perbaikan ligamen," terang dr Tan.
Sementara itu mengutip laman Mayo Clinic, penyembuhan cedera angkle tergantung dari tingkat keparahan. Pada cedera ringan, pengobatan mandiri disertai dengan obat pereda nyeri bisa jadi pilihan pengobatan.
Namun jika cedera ankle cukup parah, perlu konsultasi dokter untuk mengetahui apakah ada tindakan lanjutan yang diperlukan. Sebab, ada kemungkinan cedera yang terjadi menyebabkan ligamen putus atau bahkan patah tulang.
Untuk mencegahnya, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan. Pertama, adalah selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Perhatikan juga kondisi permukaan lapangan. Lapangan yang licin dan tidak rata bisa menyebabkan risiko cedera meningkat.
Baca Juga: Taufik Ramsyah Meninggal Dunia, Kenali 5 Jenis Cedera Kepala!
Bagi perempuan, hindari juga menggunakan sepatu dengan hak tinggi saat olahraga. Pilih sepatu yang pas dengan ukuran kaki serta aktivitas yang akan dilakukan.
Terakhir, jangan memaksakan diri melakukan latihan atau olahraga yang belum pernah Anda coba sebelumnya.
Berita Terkait
-
RM BTS Cedera Pergelangan Kaki, Agensi Batasi Aktivitas di Konser Comeback
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Pernyataan Resmi Excelsior: Musim Miliano Jonathans Berakhir Lebih Cepat Akibat Cedera ACL
-
Media Israel Tuduh Mojtaba Khamenei Patah Kaki Habis Dibom Demi Pencitraan Jadi Pahlawan
-
Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Bersatu Semangati Miliano Jonathans Usai Cedera ACL
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal