Suara.com - Jumlah kasus Covid-19 saat ini masih terus meningkat selama beberapa hari terakhir, terutama varian Omicron yang terus menyerang negara-negara dunia.
Bukan tidak mungkin, berikutnya adalah giliran Anda yang mendapat diagnosis positif Covid-19.
Jika ini terjadi, tidak perlu panik. Pakar mengatakan ada lima hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejalanya.
Dilansir dari Healthshots, pelatih Kesehatan bernama Dimple Jangda membagikan tips lewat postingan Instagramnya. Ingat bahwa rekomendasi hanyalah anjuran dan tidak bisa menggantikan pengobatan yang diberikan oleh dokter ya!
Lakukan Teknik Uap Secara Teratur
Ini merupakan cara yang sering terdengar saat pandemi Covid-19 pertama terjadi di tahun 2020.
Jangda menyarankan, bila melakukan teknik uap disarankan tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih, daun mint, atau biji karom ke dalam air. Cara ini dikatakan dapat membantu membunuh virus dan juga bakteri.
Mandi Secara Teratur
Cara selanjutnya yang harus dilakukan, adalah mandi secara teratur. Sebelum mandi, tambahkan beberapa daun eukaliptus dan daun nimba di pancuran air Anda, lalu lakukan ini selama tiga kali dalam sehari.
Baca Juga: Satgas: Kasus Positif Covid-19 Naik Dua Kali Lipat Dalam Sepekan
Dengan menambahkan beberapa daun, ini dapat membunuh bakteri serta virus yang bertahan di keringat Anda.
Sterilkan Udara Rumah
Untuk memastikan ruangan tetap bersih dan terhindar dari virus, gunakan seikat daun kayu putih atau daun nimba ke sekitaran rumah. Cara ini digunakan untuk mensterilkan udara agar rumah tetap bersih dan segar.
Tingkatkan Sistem Kekebalan
Di saat Anda tertular dan positif Covid-19, jangan sampai lupakan sumber makanan sehat. Sebab, mengonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
Untuk makanannya, Anda bisa campurkan beberapa sayuran atau kunyit, biji karom, biji jinten, dan bawang putih ke dalam diet Anda.
Sertakan Vitamin C dan D
Jangda menyarankan, untuk pasien yang positif Covid-19 sangat perlu konsumsi makanan bersumber vitamin C dan D. Salah satunya adalah buah dan sayur-sayuran.
Beberapa makanan ini bisa Anda konsumsi, mulai dari jeruk keprok, jeruk, apel, ketumbar, seledri, lemon, bayam, daun kari, dan daun kelor.
Berita Terkait
-
Pulang dari Mekkah, Jemaah Haji Diminta Waspada dengan Gejala Covid-19
-
Breakingnews! Pemain Keturunan Brasil Positif COVID-19
-
Gara-Gara Kabar Perceraian Sherina Munaf dan Baskara Mehendra, Istilah Lavender Marriage Trending
-
Atalia Praratya Positif COVID-19, Ridwan Kamil Lolos dari Penularan?
-
Sempat Antar Suami Daftar Pilgub Jakarta Lalu Batuk Pilek, Atalia Positif Covid-19, Ridwan Kamil Minta Doa
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?