Suara.com - Mantan personel Trio Kwek Kwek Dea Ananda mengaku sedang mengalami pengentalan darah di masa kehamilannya ini.
"Gue kan lagi minum Ascardia karena ada pengentalan darah sejak awal Januari. Otomatis, makanan harus lebih bersih dong ya," jelas Dea dalam unggahan Instagram Story, Senin (17/1/2022).
Sayangnya, ia mengonsumsi makanan bersantan, yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Hal itu membuatnya mengalami nyeri di otot atau sendi kaki dan tangan.
Wanita 35 tahun itu juga mengalami sakit kepala berat dan lemas, hingga ia tidak bisa melakukan apa pun selain beristirahat.
"Otot atau sendi tangan kaki nyeri banget, nyut-nyutan sakit kepala berat, lemas, tidur terus," imbuhnya.
Menurut Alodokter, wanita hamil memang rentan mengalami pengentalan darah, risikonya naik menjadi 4 hingga 5 kali. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut thrombophilia atau hiperkoagulasi.
Pengentalan darah berarti sel darah memiliki kecenderungan untuk membeku atau menggumpal yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Pada ibu hamil, pengentalan darah merupakan mekanisme perlindungan tubuh terhadap risiko pendarahan, misalnya ketika keguguran atau setelah melahirkan.
Umumnya, pengentalan darah tidak menimbulkan gejala apa pun kecuali bekuan darah sudah menyumbat pembuluh darah. Saat kondisi ini terjadi, ibu hamil dapat menunjukkan tanda:
Baca Juga: Waspada Pengentalan Darah saat Hamil seperti yang Dialami Dea Ananda, Apa Penyebabnya?
- Nyeri, bengakak, dan kemerahan di area tersumbat (umumnya di tungkai atau kaki)
- Kram pada kaki, terutama di trimester ketiga
- Kulit terasa hangat di area bekuan darah
- Nyeri perut apabila terjadi penyumbatan di pembuluh darah perut
- Batuk, nyeri dada, dan sesak napas apabila penyumbatan berada di paru-paru
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, sang ibu dapat terkena preklamsia dan sejumlah komplikasi lainnya, seperti:
- Keguguran dan kematian janin di atas usia 14 minggu
- Gangguan plasenta
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin
- Kelahiran prematur
- Berat badan bayi rendah
Penyakit tertentu seperti lupus, kekurangan vitamin C, protein dan antitrombin, serta sindrom antifosfolipid, dapat meningkatkan seorang ibu hamil mengalami pengentalan darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang