Suara.com - Kebanyakan ibu akan segera menindik teinga anaknya perempuan ketika masih bayi. Hal ini dilakukan karena berbagai alasan, seperti agar anak terlihat perempuan dengan memakai anting-anting sejak dini,
Faktanya, menindik telinga anak sejak bayi justru bukan pilihan terbaik. Menurut Sains, orangtua lebih baik menindik telinga anaknya setelah usia tertentu.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak menindik telinga anak perempuan sejak bayi.
1. Meningkatkan peluang infeksi
Menindik telinga anak menggunakan jarum justruk akan membuka peluang infeksi masuk ke dalam tubuh bayi. Terlepas dari tindakan pencegahan yang dilakukan atau dengan siapa Anda melakukannya, perlu dipahami bahwa bayi memiliki sistem kekebalan yang masih lemah dan berkembang.
Jika Anda sudah menindik telinganya, perhatikan tanda-tanda bengkak, gatal dan kemerahan yang dialami bayi Anda. Karena, itu bisa menjadi tanda bahwa telinga mereka telah terinfeksi.
2. Biarkan anak menentukannya sendiri ketika sudah besar
Ada baiknya orangtua membiarkan anaknya hendak menindik telinga atau tidak ketika sudah dewasa kelak. Hal ini akan membantu mereka untuk berhati-hati dengan risikonya.
Misalnya, Anda dapat menuliskan daftar hal-hal yang perlu dilakukan anak Anda untuk menjaga kesehatan telinganya. Cara ini termasuk mencuci mata mereka dengan sabun lembut dua kali sehari dan membersihkan anting telinga mereka dengan alkohol gosok dan hidrogen peroksida.
Baca Juga: Ardhito Pramono Jalani Rehabilitasi Narkoba Selama 6 Bulan, Ini Tahapan Penting yang Akan Dilalui
3. Kulit bayi lebih sensitif
Menindik telinga juga meninggalkan rasa tidak nyaman selama beberapa hari. Kebanyakan profesional medis menggunakan krim mati rasa 15 menit sebelum tindik telinga, guna membantu mengurangi rasa sakit.
Krim mati rasa ini biasanya mengandung lidokain, yang merupakan obat bius untuk membantu menyebabkan hilangnya rasa pada kulit.
Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah membungkus es batu dengan serbet dan memijatnya di sekitar daun telinga. Hal ini bisa mencegah sensitivitas ujung saraf dan mengurangi rasa sakit.
4. Memicu reaksi alergi
Alergi nikel cukup umum pada anak-anak dengan kulit yang sensitif, terutama bagian telinga. Anda perlu tahu bahwa kebanyakan perhiasan mengandung jejak nikel.
Perhiasan berlapis perak sering kali aman dan dirawat dengan hati-hati untuk membantu menjaga kesehatan telinga anak Anda.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum menindik telinga anak, guna memastikan kondisinya stabil.
5. Anak-anak lebih tidak leluasa bermain
Menindik telinga anak sejak usia dini juga menggaggu aktivitas fisik mereka sehari-hari. Anting-anting yang lebih besar juga berisiko tersangkut di pakaian atau ditarik oleh anak-anak lain.
Karena itu, lebih baik menunggu anak Anda tumbuh hingga usia tertentu, di mana mereka dapat beristirahat dari olahraga dan aktivitas favoritnya selama beberapa bulan.
Bahkan, anak-anak biasanya disarankan menghindari aktivitas fisik dalam bentuk apapun, terutama dengan anak-anak lain. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko infeksi, karena anak-anak sering menyentuh anting telinga mereka dengan tangan yang kotor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang