Suara.com - Kasus Covid-19 varian omicron menimbulkan gejala dengan delta. Ketua POKJA Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P., mengatakan bahwa infeksi varian delta umumnya menyebabkan gejala demam.
Tetapi, pada kasus omicron di Indonesia, tidak banyak yang mengalami gejala tersebut.
"Gejala dari omicron terbanyak adalah batuk. Berbeda dengan delta, kalau dulu 80 persen demam. Omicron ini gejala terbanyak adalah batuk kering," kata dokter Erlina dalam webinar PDPI, Senin (24/1/2022).
Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat apabila mengalami batuk kering kemudian juga dirasakan badan menjadi lemah atau fatigue, juga hidung tersumbat sebaiknya diwaspadai sebagai gejala Covid-19 varian omicron.
Data dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, pasien omicron yang dirawat di sana hanya 38 persen yang mengalami demam.
"Jadi jangan beranggapan kalau demam baru memeriksakan diri. Ternyata sekarang batuk adalah entry point-nya, sampai 89 persen (pasien omicron di RSUP Persahabatan) batuk kering," tuturnya.
Gejala batuk kering itu juga bisa menyebabkan nyeri atau gatal di tenggorokan. Dokter Erlina menjelaskan bahwa kondisi itu terjadi karena virus corona varian omicron lebih banyak berkembangbiak di saluran napas.
Hal itu juga terlihat dari data bahwa hanya 16 persen pasien omicron di RSUP Persahabatan yang mengalami sesak napas.
"Memang omicron ini tidak terlalu ditemukan di jaringan paru, tapi di saluran napas yang lebih banyak. Selain itu, ada juga yang diare dan sebagian kecil anosmia," ungkapnya.
Baca Juga: Jumlah Kasus Covid-19 Batam Naik Lagi, 17 Orang Positif, Paling Banyak di Batuampar
Dalam 12 hari terakhir, RSUP Persahabatan, Jakarta, masih merawat 17 pasien probable omicron dan terkonfirmasi omicron. Dokter Erlina mengungkapkan bahwa 100 persen pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
Sebanyak 35 persen di antaranya tidak bergejala sama sekali dan 65 persen bergejala. Sekitar 65 persen pasien alami gejala batuk kering, 54 persen alami nyeri tenggorok, 36 persen sakit kepala.
Selain itu, terdapat 6 pasien yang ditemukan memiliki komorbid. Yakni, 3 orang dengan hipertensi, 2 orang mengidap diabetes, juga 1 orang sakit asma
"Kita harus waspada kalau ada komorbid karena kecenderungan pasien akan mengalami perburukan," kata dokter Erlina.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga