Suara.com - Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit metabolisme jangka panjang atau disebut kronis. Seseorang yang mengalami diabetes umumnya tidak bisa sembuh sempurna.
Sehingga hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kadar gula tetap normal, guna mencegah berbagai komplikasi yang dapat terjadi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Framingham Heart Study menemukan bahwa gagal jantung berisiko 2 kali lebih tinggi pada pria, dan 5 kali lebih tinggi pada wanita, yang mengidap diabetes.
Risiko terkena gagal jantung juga akan semakin meningkat seiring bertambahnya umur dan durasi diabetes yang dialami. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD, dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD., menyarankan agar pengidap diabetes senantiasa rutin mengelola pola makan dan berolahraga selain melakukan pemeriksaan rutin, salah satunya melalui pemeriksaan laboratorium.
"Tujuannya mendeteksi antara lain mengetahui kadar gula darah agar dokter dapat mendiagnosa dan memberi cara pengobatan yang efektif," tutur dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD.
Adapun dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD. mengingatkan pula untuk berpuasa sebelum cek gula darah puasa serta pemeriksaan HbA1C. Kencing manis atau diabetes sangat berkaitan erat dengan komplikasi pada jantung, ginjal, otak, dan syaraf.
Terdapat 2-4 kali lipat beresiko bagi penderita diabetes untuk mengalami gagal jantung. Disebutkan pada edukasi yang disampaikan, gagal jantung tanpa diabetes berbahaya, namun akan sangat lebih berbahaya apabila penderita gagal jantung juga mengidap diabetes.
Hal ini disebabkan karena fungsi pompa jantung yang melemah menyebabkan sirkulasi tubuh terganggu. Ditambah dengan diabetes yang dapat meningkatkan risiko infeksi ke organ lain seperti paru-paru, saluran kemih dan lainnya. "Resiko ini mengurangi kesempatan hidup pasien", imbuh dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD.
Penanganan yang akan dilakukan dokter fokus pada menstabilkan gula darah, gaya hidup, makanan akan sangat 'krusial' dan pengobatan yang mungkin akan diubah dosis atau jenis obat diabetes sesuai anjuran dokter.
Namun penting untuk dipahami pengobatan diabetes akan terus berlangsung seumur hidup dan adalah tidak benar bahwasannya obat gula akan merusak ginjal, justru komplikasi terhadap ginjal akan terjadi pada penderita kencing manis yang tidak terkontrol dan tentunya dokter akan berikan obat yang menyesuaikan dengan kondisi ginjal setelah tegaknya diagnosis.
Baca Juga: Hati-hati! Seperti Diabetes Melitus, Varises yang Dibiarkan Ternyata Bisa Menyebabkan Luka pada Kaki
"Berolahraga secukupnya adalah salah satu terapi diabetes karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada tubuh sehingga gula dapat diserap jaringan-jaringan tubuh yang tentunya membuat kadar gula dalam darah akan turun. Karena komplikasi nya sampai ke gagal jantung, waspadalah terhadap penyakit diabetes ini, " pungkas Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ferica Valentine Kuhuwael Sp. PD. dalam perbincangannya dengan dokter Klinik Gagal Jantung Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!