Suara.com - Kasus positif Covid-19 di seluruh dunia bertambah 2,85 juta hanya dalam waktu 24 jam terakhir. Setengah dari jumlah kasus baru tersebut tersebar di sembilan negara yang melaporkan kasus positif harian mencapai ratusan ribu.
Data pada situs Worldometers, kasus positif harian paling banyak terjadi di Perancis yang melaporkan 416.896 kasus. Delapan negara lain di antaranya, Amerika Serikat (262.847 kasus), Jerman (183.434 kasus), Brasil (171.028 kasus).
Kemudian India (158.576 kasus), Italia (133.142 kasus), Rusia (125.836 kasus), Inggris (112.452 kasus), dan Turki (102.601 kasus).
Sementara itu, kematian terkait kasus Covid-19 dalam sehari kemarin bertambah 11.114 jiwa. Amerika Serikat dan India mendominasi angka kematian dengan laporkan masing-masing 2.760 jiwa dan 1.738 jiwa.
Akumulasi data kasus Covid-19 global per Rabu (2/2) pukul 08.00 WIB tercatat 381,78 juta kasus dengan kematian lebih dari 5,7 juta jiwa.
Jepang Alami Peningkatan Rawat Inap
Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara mulai berpengaruh terhadap tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. Lebih dari setengah tempat tidur rumah sakit Tokyo, Jepang, yang dikhususkan untuk pasien Covid-19 telah terisi.
Para pejabat setempat menandai kondisi itu sebagai keadaan darurat. Sebagian besar kota di Jepang, termasuk Tokyo, telah dalam pengetatan aturan pembatasan untuk mencegah terjadinya rekor kasus virus corona akibat varian Omicron.
Tokyo menyediakan sekitar 7.000 tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19, dan penerimaan pasien meningkat tajam mencapai 50,7 persen pada Selasa (1/2).
Gubernur Yuriko Koike mengatakan bahwa keterisian 50 persen penggunaan tempat tidur akan menjadi ambang batas untuk meminta ditetapkan status darurat dari pemerintah pusat.
Akan tetapi, tetap diperlukan pendapat para ahli kesehatan dan melihat data jumlah kasus serius, sevelum status darurat diberlakukan.
Keadaan darurat penuh tidak pernah digunakan lagi di Jepang sejak September 2021. Namun, pada kondisi darurat tahun ini, diperkirakan akan lebih ketat, seperti denda untuk bisnis yang tidak patuh serta batas kehadiran di acara olahraga dan konser.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance