Suara.com - Long Covid-19 atau gejala sisa infeksi virus SARS CoV 2 bisa sangat menyiksa dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ini karena meski telah dinyatakan sembuh, penyintas Covid-19 berisiko alami gejala selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Tapi sayangnya, jarang pasien Covid-19 yang tahu apakah mereka masuk kategori yang berisiko alami long Covid-19 atau tidak.
Kabar baiknya, mengutip Live Science Rabu (2/2/2022) para ilmuwan berhasil identifikasi 4 faktor risiko orang yang bakal alami long Covid-19.
Adapun keempat faktor risiko itu adalah jumlah materi virus SARS CoV 2 cenderung lebih tinggi di dalam darah saat awal dinyatakan terinfeksi.
Faktor kedua jika ia terinfeksi bersamaan dengan virus Epstein Barr (EBV) atau patogen virus maupun bakteri lainnya.
Faktor ketiga pasien mengidap autoantibodi atau autoimun, yaitu kondisi saat sistem kekebalan tubuh bukan menargetkan virus tapi malah melawan sel tubuh yang sehat.
Faktor terakhir yaitu, punya risiko diabetes tipe 2, yaitu jenis diabetes paling umum saat tubuh resisten terhadap insulin.
Sebagian besar risiko ini bisa terlihat, saat seseorang pertama kali terdiagnosis Covid-19.
Baca Juga: Tingkatkan Kekebalan Tubuh dan Cegah Long Covid-19, Konsumsi 4 Makanan Ini!
Temuan ini berhasil terpotret melalui penelitian terbaru yang dicatat dalam jurnal yang diterbitkan pada 24 Januari 2022 lalu.
Sayangnya, penelitian ini baru temuan awal, karena para peneliti harus lebih mendalami apakah faktor risiko ini benar-benar memicu seseorang alami long Covid-19.
Perlu diketahui, penelitian ini dilakukan Yapeng Su bersama timnya, sebagai Ilmuwan di Institute for Systems Biology di Seattle saat penelitian dilakukan.
"Saya pikir ini adalah studi yang dilakukan dengan sangat baik," ujar Dr. PJ Utz, Profesor Kedokteran Bidang Imunologi dan Reumatologi Universitas Stanford menanggapi penelitian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak