Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga kesehatan mental manusia.
Isolasi mandiri dan jaga jarak fisik selama pandemi virus corona Covid-19 telah mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami masalah kesehatan mental sampai akhirnya tersadar sudah cukup buruk.
Tapi dilansir dari Times of India, ada beberapa cara mengatasi masalah kesehatan mental selama pandemi.
1. Memahami penyebab kecemasan
Seseorang harus selalu menilai diri sendiri terhadap perilaku dan aktivitasnya sehari-hari. Alih-alih menyerah pada kesepian dan kebosanan, seseorang harus selalu berusaha mengumpulkan keberanian dan motivasi dari sumber mana pun yang tersedia.
2. Bersantai
Anda juga harus tetap bersantai setiap kali menghadapi situasi sulit, termasuk isolasi mandiri. Lakukan berbagai macam relaksasi seperti meditasi atau mendengarkan musik.
Bahkan, Anda bisa melakukan relaksasi sendiri. Lakukan apapun yang memberikan kenyamanan dalam pikiran Anda. Anda dapat membaca buku atau menggambar agar membuat Anda tenang dan fokus.
Baca Juga: Studi: Satu Tetes Virus Corona ke Hidung Bisa Buat Orang Sehat Jadi Sakit Covid-19
3. Memanjakan diri
Anda juga bisa meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri, termasuk melakukan pekerjaan yang menyenangkan, bermain game, menari hingga menyanyi. Cara ini bisa membantu mengatasi masalah kesehatan mental selam pandemi.
4. Menerima situasinya
Semakin Anda melawannya, semakin sulit bagi Anda untuk bertahan melewatinya. Anda harus menerima dan memahami situasi Anda selama isolasi mandiri di rumah.
Virus corona Covid-19 adalah penyakit yang menyebar dengan cepat danmengekang penyebarannya harus dilakukan di tingkat individu.
5. Berhenti main gadget
Sekarang ini, kebanyakan orang susah menjauh dari gadget. Hal ini lambat laun membuat kita terputus secara sosial.
Jadi, langkah kecil yang bisa Anda lakukan adalah berhenti bermain gadget setidaknya selama satu jam setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia