Suara.com - Penderita asam urat tentu tak asing dengan kandungan Purin yang ada dalam makanan. Kandungan ini dapat memicu penyakit asam urat, dan menjadikannya makin parah. Sehingga makanan tinggi purin pun disarankan untuk dihindari atau tak dikonsumsi terlalu sering.
Berikut ini terpampang daftar makanan tinggi purin yang bisa dijadikan referensi. Tetapi setiap penderita asam urat tentu wajib berkonsultasi mengenai makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi bersama dokter kepercayaan, sehingga bisa lebih sesuai dengan keperluan tubuh.
Daftar Makanan Tinggi Purin yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat
Karena masuknya Purin ke tubuh manusia dapat meningkatkan kadar asam urat, maka makanan dengan kandungan tersebut wajib dihindari atau dikurangi konsumsinya.
Daftar singkat berikut semoga bisa jadi acuan berguna untuk Anda.
- Hati
- Ginjal
- Otak
- Jeroan
- Daging sapi
- Daging domba
- Daging babi
- Ikan teri
- Sarden
- Makarel
- Ikan haring
- Kerang
- Kuah daging dengan tekstur kental
- Segala jenis minuman beralkohol
Mungkin jika dikonsultasikan dengan dokter kepercayaan Anda, daftar ini bisa bertambah panjang atau pendek sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Jadi jangan ragu untuk segera mendatangi dokter Anda untuk melakukan konsultasi lebih mendalam.
Daftar Makanan Rendah Purin dan Kaya Nutrisi
Setelah membahas makanan tinggi Purin, tak lengkap jika tak membahas pula makanan yang bisa dikonsumsi penderita asam urat dengan aman, antara lain:
- Buah-buahan, kecuali nanas, durian, dan nangka
- Sayuran hijau, kecuali asparagus, kembang kol, bayam, dan jamur
- Roti dan sereal yang tidak banyak mengandung gandum
- Biji kakao dan coklat
- Kacang-kacangan
- Teh dan kopi
- Telur, keju, mentega, dan mentega susu
Serupa dengan yang dijelaskan dalam poin pertama tadi, makanan ini bisa bertambah banyak atau berkurang tergantung dengan kondisi Anda dan diagnosis yang dilakukan dokter. Selalu konsultasikan urusan menu makanan dengan dokter, untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.
Baca Juga: Antraks Jangkiti Ternak di Gunungkidul, Penjual Daging Sapi Tak Terdampak
Keadaan tubuh memang akan selalu unik berdasarkan pada pola hidup dan pola makan yang dimiliki. Ini mengapa kami kembali menekankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan menu sehat yang cocok untuk asam urat yang Anda derita.
Semoga daftar singkat makanan tinggi Purin ini bisa jadi informasi yang berguna untuk Anda, dan selamat menjalankan aktivitas Anda kembali.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?