Suara.com - Varian Omicron telah menyebar ke seluruh dunia dan kemungkinan menjadi penyebab sebagian besar kasus baru infeksi virus corona saat ini.
Meskipun ringan, karena transmisibilitasnya tinggi, penyebarannya lebih cepat. Karena tanda-tandanya yang tumpang tindih dengan flu biasa, kadang-kadang menjadi sulit untuk mengidentifikasi infeksi, yang menyebabkan keterlambatan dalam pengobatan.
Sesuai data, infeksi Omicron bahkan tidak menyebabkan masalah pernapasan dalam banyak kasus. Ini mengarah pada tanda-tanda ringan dan dapat diidentifikasi jika Anda mengalami rasa sakit di kedua bagian tubuh ini.
Dilansir dari Times of India, nyeri otot telah menjadi gejala umum virus corona. Bahkan dalam kasus varian Omicron, orang mengalami nyeri otot dan sesak. Menurut dokter di Afrika Selatan, di mana kasus Omicron pertama kali dilaporkan, pada awalnya, kebanyakan orang datang kepada mereka dengan keluhan nyeri otot yang dikenal sebagai mialgia.
Berdasarkan data yang dikumpulkan selama peningkatan kasus Omicron di seluruh dunia, kebanyakan orang mengalami gejala pernapasan ringan bersama dengan nyeri otot yang parah. Hidung meler, nyeri tubuh, nyeri dada, sakit punggung, dan kelelahan umumnya dikaitkan dengan varian Omicron.
Dua area paling umum di mana orang merasakan sakit dalam kasus varian Omicron adalah - kaki dan bahu. Dalam dua tahun terakhir, kami menyadari bahwa virus corona dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun, tetapi dalam kasus Omicron, kaki dan bahu adalah area yang umumnya terkena.
Sesuai Aplikasi Studi COVID Zoe Inggris, orang yang mengeluh tentang nyeri otot selama Omicron kebanyakan merasakannya di kaki dan bahu.
Rasa sakit yang disebabkan oleh virus Omicron dapat bermanifestasi dalam berbagai cara, tetapi sebagian besar waktu itu ditandai dengan rasa sakit yang meluas yang dapat datang dan pergi sampai Anda tidak pulih dari infeksi. Beberapa orang yang terinfeksi varian Omicron juga mengeluhkan perasaan aneh seperti mati rasa atau kesemutan dan kelemahan pada kaki.
Dalam kasus bahu, sebagian besar pasien merasa sakit, kaku, mati rasa. Kelemahan di kaki dan bahu juga bisa menjadi tanda varian Omicron.
Baca Juga: Kasus Covid-19 RI Turun 10 Ribu, Sudah Mulai Melandai?
Para ahli percaya bahwa nyeri otot adalah gejala umum dalam kasus infeksi virus dan tidak terkecuali virus corona. Namun meningkatnya kasus nyeri tubuh bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena mediator inflamasi atau mungkin varian mutan lebih mempengaruhi sistem muskuloskeletal daripada varian sebelumnya.
Ketika virus mempengaruhi sistem muskuloskeletal, biasanya mempengaruhi otot, tulang, sendi, dan ligamen, yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri. Meskipun nyeri tubuh sangat umum dalam kasus varian Omicron, itu tidak dianggap sebagai lima gejala utama infeksi virus. Hidung meler, sakit kepala, lelah, bersin, dan sakit tenggorokan adalah gejala awal Omicron yang harus Anda waspadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi