Suara.com - Pandemi virus corona mungkin membuat beberapa orang lebih jarang berhubungan seks dengan pasangannya karena berbagai alasan.
Kurangnya intensitas berhubungan seks ini tidak hanya mempengaruhi hubungan antara suami dan istri, tetapi juga berbagai masalah lainnya.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa hal yang terjadi bila Anda jarang berhubungan seks.
1. Libido terganggu
Saat orang tidak melakukan hubungan seks dalam jangka waktu lama, libido mereka bisa terganggu. Hal ini dapat membuat libido Anda menurun. Namun, itu akan kembali normal bila Anda mulai aktif berhubungan seks lagi.
2. Kecemasan dan depresi
Hubungan seks juga membantu melepaskan hormon perasaan baik, seperti oksitosin dan serotonin yang meningkatkan kebahagiaan dan suasana hati.
Sayangnya, jarang berhubungan seks membuat produksi hormon ini lebih sedikit sehingga menyebabkan depresi dan kecemasan karena perubahan kadar hormon.
3. Vagina kering
Baca Juga: WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul
Saat Anda jarang berhubungan seks dan kembali melakukannya lagi, Anda mungkin akan mendapati vagina lebih kering. Vagina kering ini bisa membuat Anda sulit terangsang dan tidak nyaman berhubungan seks.
4. Dinding vagina menutup
Dinding vagina tidak akan menutup bila tidak berhubungan seks dalam waktu lama. Faktor utama yang menyebabkan dinding vagina tetap terbuka adalah hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi secara teratur oleh ovarium, terlepas dari aktivitas seksual Anda.
Selama aktivitas yang teratur, produksinya akan jauh lebih jelas dari biasanya dan tidak ada kemungkinan dinding menutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?