Suara.com - Hidung tersumbat dapat sangat menganggu aktivitas bernapas. Sebenarnya, ada teknik khusus pernapasan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah hidung tersumbat.
"Kita cenderung tidak terlalu memikirkan proses bernapas, meskipun itulah yang membuat kita tetap hidup,' kata dokter di Dr Fox Online Pharmacy Inggris Dr Deborah Lee.
Dokter Lee menjelaskan bahwa menarik napas dalam-dalam dan perlahan bermanfaat untuk memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan membantu menghilangkan stres.
Tapi saat hidung tersumbat, menarik napas dalam mungkin lebih sulit dilakukan.
Ia menyarankan untuk berkonsentrasi saat mengambil napas dalam dan perlahan. Cara itu juga terbaik untuk menurunkan perasaan stres dan kecemasan.
Menurut dokter Lee, pernapasan hidung terbukti meningkatkan pengambilan oksigen darah sebanyak 20 persen.
"Ketika kita bernapas melalui hidung, ini menarik diafragma, lapisan otot yang memisahkan dada dari perut," jelasnya, dikutip dari Metro.
Tindakan ini mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (PSNS), sistem saraf tak sadar yang menginduksi perasaan tenang dan membantu tubuh istirahat juga relaksasi.
Sebaliknya, pernapasan mulut yang berulang bisa membuat mulut kering, bibir kering, dan kelelahan. Selain itu juga dikaitkan dengan detak jantung yang cepat dan peningkatan tekanan darah.
Baca Juga: Musim Penghujan Waspada Jamur Hitam, Bisa Menyebabkan Sejumlah Masalah Kesehatan
Untuk mengatasi hidung tersumbat agar tetap bisa bernapas dengan hidung bisa lakukan tarik napas dari lubang hidung kanan saja. Lalu, untuk menghembuskan napas hanya melalui lubang hidung kiri.
Ulangi selama 10 kali untuk memperlambat setiap siklus dan tidak hanya mengisi dada bagian atas tetapi juga bagian bawah paru-paru. Cara tersebut menjadi kunci untuk bernapas dalam-dalam.
"Ini akan bantu membuka lubang hidung yang tersumbat dan menciptakan aliran udara yang lebih merata melalui kedua lubang hidung," tuturnya.
Apabila bernapas melalui hidung benar-benar tidak bisa dilakukan, untuk tetap bernapas dalam-dalam dapat melatih variasi pernapasan.
Teknik itu melibatkan bernapas perlahan melalui hidung dan menghembuskan napas melalui mulut. Buka mulut jangan terlalu lebar dan bernapas secara perlahan dan alami.
"Ingatlah untuk bernapas sepelan dan seringan mungkin, biarkan perut dan dada Anda mengembang ke segala arah saat menghirup secara alami saat menghembuskan napas," pesan dokter Lee.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance