Suara.com - Long Covid adalah fenomena nyata dengan efek kesehatan jangka panjang yang nyata bagi orang yang pulih dari infeksi virus corona Covid-19. Nah, berikut ini akan dibahas pengertian long covid lengkap dengan gejala dan pencegahannya.
Diketahui, untuk mendiagnosis dan mengelolanya bisa menjadi rumit, karena beberapa gejala Long Covid yang lama bisa tumpang tindih dengan kondisi lain.
Untuk informasi lebih jelasnya, mari simak berikut ini pengertian Long Covid, lengkap dengan gejala dan pencegahannya yang dilansir dari situs WebMD, Kamis (3/3/2022)
Pengertian Long Covid
Long Covid merupakan kondisi di mana penyintas Covid-19 memiliki gejala menetap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah mereka mulai pulih. Para ahli telah menciptakan istilah baru untuk ini, yakni infeksi sekuele pasca-akut SARS-CoV-2 (PASC).
Penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 10% orang antara usia 18 hingga 49 tahun yang memiliki Covid-19 mendapatkan Long Covid. Peluangnya naik hingga 22% untuk mereka yang berusia 70 tahun atau lebih.
Ini bisa terjadi pada siapa saja, apakah Anda sehat atau memiliki kondisi kesehatan lainnya. Anda bisa mendapatkannya bahkan jika gejala Covid-19 Anda sebelumnya ringan atau sedang.
Gejala Long Covid
Long Covid tampaknya mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Anda mungkin memperhatikan berbagai hal yang bisa bertahan lama. Adapun gejala umum Long Covid yakni sebagai berikut:
Baca Juga: 5 Tips Menyekolahkan Anak ke TK di Masa Pandemi, Orang Tua Wajib Tahu!
- Kelelahan
- Kabut otak
- Kehilangan bau dan rasa
- Sesak napas
- Batuk
- Nyeri sendi
- Sakit dada
Pencegahan
Vaksin dapat mengurangi peluang kita terkena Covid-19 yang bisa meninggalkan Long Covid. Dengan membantu mencegah Covid-19 sejak awal, semakin banyak orang dalam suatu populasi yang divaksinasi, maka semakin kecil kemungkinan penyebaran penyakit lebih lanjut.
Meskipun virus corona SARS-CoV-2 masih dapat menginfeksi individu yang divaksinasi, mereka jauh lebih baik dalam melawan infeksi, mungkin tidak menunjukkan gejala, atau mungkin tidak terinfeksi sama sekali. Ini berarti semakin sedikit virus yang menyebar di masyarakat, lebih sedikit penderita Covid-19 di rumah sakit, dan lebih sedikit kematian.
Dalam sebuah penelitian baru -baru ini, orang yang divaksinasi lengkap terbukti jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan gejala Covid yang berkepanjangan. Satu penjelasan yang mungkin untuk ini adalah bahwa dengan vaksinasi, ada viral load yang lebih kecil (jika mereka terinfeksi), yang menurunkan kemungkinan virus menginfeksi otak, jantung, dan sistem tubuh lainnya.
Dengan divaksinasi dan mengikuti langkah-langkah aman Covid seperti menjaga jarak fisik dan mengenakan masker jika perlu, kita dapat membantu mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit Covid-19 dan kondisi Long Covid yang berpotensi melemahkan penyintas.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak