Suara.com - Untuk pertama kalinya, peneliti dari University of Pennsylvania mendokumentasikan masa pemulihan seekor kucing yang terinfeksi virus corona varian Delta AY.3.
Kucing rumahan berusia 11 tahun itu awalnya diperiksakan ke rumah sakit karena mengalami gejala gastrointestinal, atau pencernaan, yang menganggu.
Satu minggu sebelumnya, sang pemilik positif Covid-19 dan sempat isolasi dari kucing dan anggota keluarga lainnya selama 11 hari.
Sayangnya, beberapa hari kemudian sang kucing mengalami gejala seperti lesu, sulit makan, muntah, dan tinja lunak.
Kondisi sistem kekebalan kucing ini terganggu karena memiliki riwayat dugaan enteropati kronis dan kardiomiopati obstruktif hipertrofik.
Saat diperiksa, detak jantung, laju pernapasan, dan suhu kucing normal. Tetapi hewan itu menunjukkan ketidaknyamanan saat palpasi perut (teknik pemeriksaan abdomen).
Dokter pun mengambil sampel tinja dan usap tenggorokan untuk mengetes SARS-CoV-2. Kedua sampel menunjukkan kucing tersebut terinfeksi Covid-19.
Ini adalah kasus pertama pada kucing. Sebelumnya, varian tersebut lebih sering menginfeksi manusia dan satu pada anjing domestik, lapor News Medical Life Sciences.
Studi ini memberikan bukti lai bahwa varian Delta dapat menyebar ke hewan dan peringatan bahwa virus berpotensi berkembang di inang non-manusia.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Capai Ribuan, Pemkab Izinkan Aktivitas Ekonomi Tanpa Pengetatan
Menurut peneliti, kucing berpotensi menjadi reservoir virus.
“Ini menyoroti kebutuhan untuk melacak dengan cermat varian SARS-CoV-2 pada kucing rumahan untuk lebih memahami sifat antara kesehatan hewan dan manusia dalam pandemi ini," tandas peneliti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan