Health / Konsultasi
Kamis, 03 Maret 2022 | 18:33 WIB
Sejumlah warga mengunjungi Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (6/2/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), dr. Pandu Riono mengakui jika Covid-19 di Indonesia mengalami tren penurunan dan di beberapa daerah kasus sudah melandai.

Hal ini sangat berbeda dengan situasi pada dua pekan ke belakang, atau tepatnya pada 16 Februari 2022 Indonesia mencetak rekor kasus baru dengan 64 ribu infeksi baru sehari.

Meskipun belum melandai, dr. Pandu melihat tren penurunan kasus sudah terlihat, dengan infeksi baru menurun di angka 40 ribu per 2 Maret 2022.

"Kalau secara rata-rata nasional itu sudah mulai menurun, jadi sudah mulai landailah," ujar dr. Pandu saat dihubungi suara.com, Kamis (3/3/2022).

Ilustrasi virus corona. [Antara]

Meskipun, ia mengakui di beberapa daerah khususnya luar Jawa-Bali masih mengalami kenaikan kasus. Tapi untuk daerah DKI Jakarta, Banten dan Bali tren kasus menurun sudah terlihat.

Sehingga, ia juga mengakui prediksi pemerintah sudah tepat, yakni di awal Maret 2022 mulai terlihat penurunan kasus Covid-19.

Namun ia meminta masyarakat dan pemerintah untuk terus saling bekerjasama untuk menyudahi pandemi, salah satunya dengan menggencarkan vaksinasi Covid-19 yang belum memenuhi target yakni 208 juta penduduk divaksinasi lengkap, dua dosis.

Seperti diketahui berdasarkan data Kemenkes per 2 Maret 2022, baru ada 190 juta warga yang divaksinasi dosis pertama dan 144 juta vaksinasi dosis kedua.

Sehingga masih ada 64 juta warga Indonesia yang belum divaksinasi dosis lengkap, dan belum mendapat perlindungan Covid-19.

Baca Juga: Kasus Pertama, Kucing Terinfeksi Covid-19 Varian Delta dengan Gejala Masalah Pencernaan

Load More