Suara.com - Sama dengan vaksin sebelumnya, vaksin booster dapat menimbulkan efek samping seperti demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri hingga muntah. Akan tetapi, efek tersebut berbeda-beda setiap orang. Lantas, adakah cara mencegah efek samping vaksin booster?
Diketahui, mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi Anda dan keluarga Anda dari sakit parah akibat COVID-19. Setelah mendapat suntikan vaksin, Anda mungkin mengalami beberapa gejala efek samping.
Gejala peringatan darurat setelah menerima suntikan vaksin yaitu kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan terus-menerus di dada, kebingungan baru atau ketidakmampuan untuk bangun, bibir atau wajah kebiruan, dan gejala mendadak lainnya.
Efek samping yang umum termasuk rasa sakit di tempat suntikan, demam, nyeri tubuh dan sakit kepala. Reaksi ini sering terjadi (dan menunjukkan bahwa tubuh Anda membuat respons imun terhadap vaksin) dan akan hilang dalam 1-2 hari, dengan pengecualian pembengkakan kelenjar getah bening dapat bertahan hingga sekitar 10 hari.
Pembengkakan kelenjar getah bening dapat terlihat pada pemeriksaan mammogram rutin hingga satu bulan setelah vaksinasi. Jika Anda akan segera melakukan pemeriksaan mammogram dan tidak akan mengakibatkan penundaan yang tidak semestinya, Anda dapat mempertimbangkan untuk menjadwalkannya 4-6 minggu setelah penerimaan vaksin.
Cara Mencegah Efek Samping Vaksin Booster
Ada beberapa cara untuk mencegah efek samping vaksin booster yang bisa Anda lakukan di rumah. Melansir dari berbagai sumber, berikut cara mencegah efek samping vaksin booster.
- Gunakan kompres es atau kain lembab yang dingin untuk membantu mengurangi kemerahan, nyeri dan/atau bengkak di tempat suntikan diberikan.
- Mandi air dingin juga bisa menenangkan
- Minumlah cairan sesering mungkin selama 1-2 hari setelah mendapatkan vaksin
- Ambil pereda nyeri yang dijual bebas kecuali Anda memiliki kontraindikasi tertentu
- Untuk gejala yang parah atau berlangsung 72 jam atau lebih, hubungi dokter biasa atau layanan kesehatan.
Demikian informasi mengenai cara mencegah efek samping vaksin booster yang perlu diketahui dan bisa Anda lakukan di rumah. Perlu diingat, jika Anda mengalami gejala termasuk demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, perubahan rasa atau bau, batuk, masalah pernapasan, diare atau muntah, ini mungkin berarti Anda telah mengembangkan infeksi COVID-19 sebelum vaksin mulai bekerja. Pertimbangkan untuk melakukan tes PCR atau antigen dan mengisolasi jika Anda merasa mungkin mengidap COVID-19.
Kontributor : Ulil Azmi
Baca Juga: Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Jakarta Turun Jadi 37 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi