Suara.com - Makanan anti-inflamasi adalah makanan yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Jika Anda menderita penyakit autoimun, diabetes, penyakit jantung, gangguan usus atau kondisi peradangan lainnya, memasukkan lebih banyak makanan sederhana ini ke dalam makanan Anda adalah ide yang cerdas.
Diketahui, ada makanan yang dapat menyebabkan peradangan dan membantu mencegah peradangan. Oleh karena itu, mengetahui makanan anti-inflamasi dan efeknya sangat penting. Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini makanan anti-inflamasi yang penting untuk diketahui.
1. Tomat
Tomat atau yang memiliki nama ilmiah Solanum Lycopersicum adalah buah yang kaya akan likopen dan antioksidan kuat. Kandungan tersebut membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Selain itu, tomat juga kaya akan vitamin seperti vitamin A & C. Vitamin ini berperan sebagai antioksidan dalam tubuh dan membantu mengurangi peradangan.
2. Brokoli
Brokoli atau yang memiliki nama ilmiah Brassica oleracea adalah sayuran yang tersedia secara luas dengan jumlah manfaat gizi yang tinggi. Brokoli kaya akan asam askorbat atau vitamin C, vitamin K, serat, dan folat. Ini adalah sumber yang kaya antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, kaempferol dan quercetin. Selain itu juga memiliki sifat anti-inflamasinya.
3. Kacang Kenari
Kacang kenari mengandung lemak baik yang dikenal sebagai PUFA (asam lemak tak jenuh ganda). Selain itu, kenari adalah sumber asam alfa-linolenat dan DHA yang sangat baik. Hal ini penting untuk fungsi otak dan memiliki sifat anti-inflamasi. Kandungannya juga membantu menjaga pembuluh darah tetap sehat dan mengurangi peradangan jantung.
4. Jeruk
Baca Juga: Kenali 4 Makanan yang Bisa Sebabkan Peradangan, Termasuk Makanan Manis!
Buah jeruk kaya akan vitamin C, serat dan antioksidan. Studi menunjukkan bahwa jeruk memiliki banyak fitokimia dan flavonoid serta sebagai anti inflamaai yang membantu mencegaj diabetes, radang sendi, depresi, dan Alzheimer. Akan lebih baik jika Anda makan jeruk secara teratur untuk manfaat kesehatan yang optimal.
5. Rempah-rempah
Selain buah-buahan dan sayuran, rempah-rempah berikut ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik. Jadi, Anda bisa memasukkannya ke dalam diet harian Anda. Adapun rempah-rempah tersebut yakni kunyit, bawang putih, kayu manis, jahe, lada hitam, cengkih, dan cabai rawit.
Demikian informasi mengenai beberapa makanan anti-inflamasi yang baik untuk dikonsumsi agar terhindar dari berbagai penyakit peradangan. Mari semangat hidup sehat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!