Suara.com - Pakar Inggris kembali menemukan obat lain yang efektif menyembuhkan infeksi virus corona Covid-19, yakni baricitinib, anti-inflamasi yang biasanya digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis.
Hasil percobaan menunjukkan obat tersebut dapat mengurangi risiko kematian sekitar seperlima pada pasien Covid-19 parah.
Obat ini juga dapat dikombinasikan dengan obat lainnya, seperti steroid dexamethasone. Kedua obat ini kemungkinan dapat mengurangi risiko kematian hingga separuhnya, lapor BBC.
Dalam percobaan obat ini juga dilihat bahwa pasien Covid-19 parah, termasuk yang mendapat bantuan ventilator, jauh lebih baik jika mereka menerima baricitinib.
"Sekarang sudah diketahui dengan baik bahwa pasien Covid-19 parah di rumah sakit, respons imun yang terlalu aktif adalah pendorong utama kerusakan paru-paru," jelas profesor kedokteran dan epidemiologi, Sir Martin Landray, dari Oxford Population Health.
Ia menambahkan bahwa baricitinib terbukti meningkatkan kemungkinan hidup pasien Covid-19 parah ketika dibarengi pengobatan lain untuk meredam respons imun yang terlalu aktif, seperti dexamethasone dan tocilizumab.
"Ini membuka potensial untuk menggunakan kombinasi obat anti-inflamasi untuk menurunkan risiko kematian bagi beberapa pasien sakit parah." imbuhnya.
Studi yang disebut Percobaan Pemulihan ini dinilai menjadi salah satu kisah sukses pandemi. Dengan lebih dari 47.000 peserta di seluruh Inggris, ini adalah studi perawatan Covid-19 terbesar di dunia.
Obat terbarunya, yakni baricitinib ini, ditemukan dengan bantuan beberapa riset 'detektif' DNA.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Tambah 517 Orang, 553 Pasien Sembuh
Berita Terkait
-
Tak Perlu Kopi dengan Obat Kuat, Begini 9 Cara Tingkatkan Performa Seksual Secara Alami Bagi Pria
-
Terpopuler Kesehatan: Kopi Mengandung Obat Kuat Bisa Sebabkan Kematian, Penyakit Lumpy Skin Ada di Indonesia!
-
Deretan Sponsor Indonesia yang Melekat pada Motor Milik Juara MotoGP Qatar 2022 Enea Bastianini, Ada Obat Masuk Angin
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien