Suara.com - Sekelompok ilmuwan dari Universitas Texas, New York, telah mengembangkan vaksin yang dapat melindungi orang-orang dari virus Nipah hanya dalam tiga hari.
Nipah merupakan virus zoonosis atau ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, virus ini juga dapat menular antarmanusia melalui kontak droplet langsung.
Seseorang juga dapat terinfeksi saat makan daging hewan yang terkontaminasi, termasuk jika dimasak kurang matang.
Penularan dari hewan bisa terjadi jika manusia berkontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
Virus Nipah dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti pneumonia, gondongan, hingga campak.
Hingga kini belum ada kasus terdeteksi di Indonesia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat beberapa wabah di Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan India.
WHO juga mengatakan virus Nipah ini berpotensi menjadi pandemi.
Studi tentang vaksin Nipah
Berdasarkan Times of India, para ilmuwan memvaksinasi monyet hijau Afrika dengan vaksin Nipah eksperimental sekitar tiga hingga tujuh hari sebelum dipaparkan ke virus Nipah.
Hasilnya menunjukkan semua monyet yang divaksinasi terlindungi dari penyakit mematikan. Sebanyak 67% hewan yang divaksinasi tiga hari sebelum papaparan juga mendapat kekebalan parsial.
"Vaksin eksperimental diketahui aman, imunogenik, dan efektif dalam melindungi monyet dari virus Nipah yang dipaparkan segera setelah vaksinasi," ujar peneliti Thomas W. Geisbert dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi.
Studi selanjutkan diperlukan untuk mengidentifikasi dosis minimum yang efektif pada manusia serta menentukan daya tahan respons imun yang diinduksi oleh vaksin.
Hasil uji coba pada hewan ini diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?