Suara.com - Polusi, gaya hidup yang buruk dan lingkungan adalah penyebab utama masalah paru-paru. Banyak orang pun menderita penyakit paru-paru tersebut.
Tapi, bukan berarti tidak ada cara untuk menjaga kesehatan organ tubuh ini. Paru-paru memiliki kemampuan ajaib untuk memperbaiki diri, tetapi Anda juga harus berusaha.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa cara untuk mendetoksifikasi paru-paru.
1. Konsumsi minuman pembersih
Paru-paru mulai memperbaiki diri antara 2 minggu hingga 3 bulan. Jadi, Anda akan merasa jauh lebih sehat setelah kurang lebih 1 bulan. Dalam hal ini, ada beberapa minuman yang bisa membantu mengurangi lendir dan mendetoksifikasi organ tubuh.
Minuman pembersih ini termasuk madu dan air panas, air lemon, teh hijau, jus wortel, kunyit dan jahe, minuman pisang, bayam dan berry.
2. Terapi garam
Terapi garam dilakukan dengan cara menghirup udara dengan partikel garam kecil. Terapi ini disebut sebagai haloterapi, yang merupakan pengobatan alternatif untuk masalah paru-paru, seperti asma, bronkitis dan batuk.
3. Pakai minyak oregano
Baca Juga: Subvarian Baru Virus Corona Ancam Indonesia? Ini Tanggapan Satgas Covid-19.
Minyak oregano adalah dekogestan alami. Anda bisa membuat campuran 50-50 minyak oregano dan minyak almond untuk menggunakannya.
Anda hanya perlu 1-2 tetes di bawah lidah Anda. Kemudian tahan selama 3-5 menit dan cuci mulut Anda dengan air.
4. Mandi air hangat
Anda juga bisa mandi air hangat 2 sampai 3 kali seminggu agar bernapas lebih mudah, tetapi juga tidak merusak kulit. Bila Anda menggunakan bathup, pastikan suhu air tidak terlalu panas, yakni 32 hingga 40 derajat celcius.
5. Bersihkan lidah
Anda juga membutuhkan kesehatan mulut yang baik untuk melindungi dan menjaga kesehatan paru-paru. Meskipun Anda sudah sikat gigi rutin, itu saja tetap tidak cukup.
Anda perlu membersihkan lidah secara rutin guna mencegah penumpukan bakteri di lidah dan mulut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan