Suara.com - Swab tes Covid-19, baik antigen maupun PCR, tidak menutup kemungkinan dapat menunjukkan hasil false negative atau negatif palsu. Padahal, pasien yang dites mengalami beberapa gejala.
Secara komparatif, tes PCR selama ini disebut sebagai sebagai standar emas untuk mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh.
Sementara tes antigen cepat memberikan hasil dalam beberapa jam saja dan cukup efisien dalam mendeteksi Covid-19.
Menurut Times of India, hasil negatif palsu dapat terjadi ketika sampel tidak diambil secara benar, saat virus masih dalam tahap awal replikasi, atau saat viral load (jumlah virus) di dalam tubuh pasien rendah, walau mereka menunjukkan gejala.
Apakah varian virus corona dapat memengaruhi?
Hingga kini belum ada bukti kuat untuk membuktikan bahwa varian SARS-CoV-2 dapat menghindar dari tes swab.
Namun, para ahli menemukan bahwa Stealth Omicron baru, yang merupakan subvarian dari BA.2 tidak memiliki mutasi kunci pada protein lonjakan, memungkinkannya tidak terdeteksi saat tes swab.
Para ilmuwan menduga varian tersebut tidak memiliki gen S (spike) yang bisa membuat varian terdeteksi. Inilah salah satu alasan substrain baru disebut 'siluman'.
Masih banyak spekulasi dan penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami subvarian BA.2.
Baca Juga: Main ke Rumah Teman Super Taat Prokes, Wajib Tes Swab Dulu, Publik: Sungguh Totalitas
Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala Covid-19 tapi hasil tes negatif?
Meski hasil tes negatif Covid-19, tetapi Anda mengalami gejala, Anda masih harus mengisolasi diri dari orang lain. Tetap di rumah, pakai masker, dan istirahat hingga kondisi membaik.
Anda juga harus memantau gejala dan jika kondisi memburuk, segera hubungi dokter.
Penting untuk dipahami bahwa penyakit pernapasan lainnya juga dapat menyebar dan berdampak parah pada kelompok yang rentan dan penderita penyakit komorbid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya