Suara.com - Minuman manis dan gorengan seolah menjadi paket komplit kebanyakan umat muslim Indonesia saat berbuka puasa. Tetapi terlalu sering mengonsumsi makanan maupun minuman tinggi gula dan lemak jenuh berisiko peningkatan kolesterol dalam tubuh.
Kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit, seperti jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah.
"Kadang-kadang memang kita suka lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makan enak saat berbuka di bulan puasa. Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa," kata Dokter spesialis gizi klinis di RS Siloam Kebon Jeruk dr. Sheena R. Angelia, M.Gizi, Sp.GK., dalam keterangan tertulis kepada suara.com, Senin (28/3/2022).
Situasi itu, lanjutnya, bisa menimbulkan resiko sedentary lifestyle atau gaya hidup yang minim aktivitas fisik. Jika dikombinasikan dengan pola makan kurang sehat, gaya hidup seperti itu dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol.
Selain gorengan, kolesterol tinggi juga terdapat pada daging berlemak, jeroan, junk food, juga makanan atau minuman bersantan.
Dokter Sheena menjelaskan bahwa kolesterol sebenarnya senyawa yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan komponen lain yang digunakan untuk mencerna makanan.
"Namun, jika jumlah kolesterol dalam tubuh terlalu banyak atau tidak ada keseimbangan antara LDL dan HDL, justru membawa dampak buruk dan menimbulkan erbagai penyakit seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan hipertensi," jelasnya.
Penyakit hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol yang tinggi telah dianggap mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia, khususnya negara-negara Asia. Kolesterol menjadi penyebab 3,9 juta kasus kematian di seluruh dunia, setengahnya terjadi hanya di wilayah Asia.
Berdasarkan riset yang dilakukan di China ditemukan peningkatan pengidap kolesterol di negara-negara Asia, termasuk Indonesia akibat pola makan masyarakat yang banyak mengonsumsi produk olahan dengan kandungan lemak jenuh tinggi. Seperti camilan yang digoreng hingga lauk banyak santan seperti rendang, jeroan, atau gulai dengan kuah santan yang kental.
Baca Juga: Ramadhan Segera Tiba, Ini 6 Tips Pola Hidup Sehat saat Puasa yang Wajib Diterapkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?