Suara.com - Aktor Bruce Willis pensiun dari dunia hiburan Amerika, karena didiagnosis menderita afasia.
Afasia adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi.
Afasia juga bisa mempengaruhi kemampuan Anda untuk berbicara, menulis dan memahami bahasa, baik lisan maupun tulisan.
Dilansir dari Stroke Association, ada beberapa jenis afasia yang berbeda dan mempengaruhi setiap orang dengan cara berbeda pula.
Tiga jenis afasia yang paling umum termasuk afasia ekspresif, afasia reseptif dan afasia anomik. Sedangkan, jenis afasia lainnya adalah afasia progresif primer (PPA).
1. Afasia ekspresif
Afasia ekspresif atau afasia broca terjadi ketika orang meras sangat sulit untuk menemukan dan mengucapkan kata-kata yang tepat, meskipun mereka mungkin tahu persis apa yang ingin dikatakan.
Orang dengan afasia ekspresif ini mungkin hanya bisa mengucapkan satu kata atau kalimat yang sangat pendek, meskipun biasanya orang lain bisa memahami maksudnya.
Ciri-ciri afasia jenis ini, termasuk kurang bicara karena seringkali terbatas pada ucapan pendek, kosa kata terbatas, pembentukan suara yang canggung dan kesulitan menulis.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Mengalami Penurunan, Hari Ini 446 Warga Jawa Tengah Terpapar Virus Corona
2. Afasia reseptif
Afasia reseptif atau afasia wernicke terjadi ketika seseorang mampu berbicara dengan baik dan menggunakan kalimat yang panjang. Tapi, apa yang mereka katakan mungkin tidak masuk akal.
Mereka mungkin tidak tahu bahwa apa yang mereka katakan itu salah. Jadi, mereka mungkin merasa frustasi ketika orang tidak memahaminya.
Ciri-ciri afasia reseptif termasuk gangguan membaca dan menulis, ketidakmampuan memahami arti kata-kata yang diucapkan, ketidakmampuan untuk menghasilkan kalimat yang menggantung bersama, dan gangguan kata-kata yang tidak relevan.
3. Afasia anomik
Ciri-ciri afasia anomik, termasuk ketidakmampuan untuk memberikan kata-kata mengenai hal-hal yang ingin dibicarakan orang tersebut, terutama kata benda dan kata kerja yang signifikan.
Selain itu, pidato yang penuh dengan ekspresi frustasi yang samar dan kesulitan menemukan kata-kata dalam tulisan maupun ucapan.
4. Afasia progresif primer (PPA)
Afasia progresif primer (PPA) adalah suatu kondisi di mana kemampuan bahasa menjadi lambat dan semakin buruk, yang menyebabkan hilangnya kemampuan membaca, menulis dan berbicara.
Kemunduran dapat terjadi secara perlahan, selama beberapa tahun. Fungsi mental lainnya seperti memori, penalaran, wawasan dan penilaian biasanya tidak terpengaruh.
Tapi, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat untuk PPA. Hal ini guna menyingkirkan gangguan otak degeneratif lainnya, seperti penyakit Alzheimer di mana bahasa dan memori serta akal sehat terpengaruh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi