Suara.com - Saat ini, Vladimir Putin diduga menderita kanker tiroid dan penyakit parkinson ketika memerintahkan invasi Ukraina.
Sebab, baru baru ini kondisi kesehatan Vladimir Putin terlihat menurun ketika memulai perang dan muncul di depan publik.
Penurunan kondisi fisiknya yang dramatis membuat publik bertanya-tanya ia sedang berjuang melawan penyakit serius atau beberapa masalah kesehatan sekaligus atau tidak.
Baru-baru ini dilansir dari Mirror UK, muncul laporan bahwa seorang ahli bedah yang berspesialisasi dalam kanker tiroid pada pasien lansia dan pikun sedang menunggu perintah Presiden.
Kanker tiroid salah satu jenis penyakit kanker yang berkembang di kelenjar tiroid. Kanker tiroid ini terjadi ketika ada perkembangan sel-sel tiroid yang tidak normal.
Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang terletak di bagian depan leher Anda. Organ tubuh ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung, suhu dan berat badan.
Gejala kanker tiroid
Gejala kanker tiroid biasanya tidak terlihat pada tahap awal. Tapi, terkadang kemunculan kanker tiroid ini ditandai dengan adanya nodul atau benjolan di leher.
Sebenarnya, hampir semua orang punya benjolan pada kelenjar tiroid. Tapi, benjolan ini bersifat jinak dan tidak berbahaya.
Benjolan yang bersifat jinak ini tidak akan terasa sakit, bertekstur keras dan tidak mudah bergeser saat ditekan.
Seiring berkembangnya sel kanker, benjolan itu bisa bertambah besar. Sedangkan dilansir dari Hellosehat, berikut ini beberapa gejala kanker tiroid lainnya.
- Pembengkakan di leher
- Suara serak yang tak membaik
- Sakit tenggorokan
- Sakit di bagian leher
- Kesulitan menelan
- Kesulitan bernapas
- Batuk
Penyebab kanker tiroid
Penyebab pasti kanker tiroid tidak jelas. Tapi, kemungkinan besar pemicunya adalah perubahan DNA pada sel-sel di kelenjar tiroid.
Sel-sel kelenjar tiroid yang bermutasi akan berkembang cepat dan tidak terkendali. Kondisi ini menyebabkan sel-sel tersebut tidak mudah mati.
Padahal sel-sel yang normal harusnya digantikan oleh sel-sel baru. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya tumor ganas pertanda kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?