Suara.com - Pengobatan alternatif seperti pergi ke tukang urut masih menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan yang dilakukan masyarakat Indonesia.
Bukan hanya untuk menghilangkan pegal-pegal, jasa tukang urut juga kerap kali dimanfaatkan untuk memperbaiki masalah kesehatan lain, salah satunya patah tulang atau fraktur. Benarkah pengobatan alternatif itu benar-benar bisa memperbaiki fraktur?
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., faktor edukasi jadi salah satu penyebab pengobatan alternatif patah tulang ke tukang urut masih banyak dilakukan. Masyarakat mungkin berpikir bahwa sakit yang dialaminya bukan patah tulang tapi hanya terkilir biasa.
"Sehingga mereka cenderung pergi ke alternatif. Ini yang saya kira harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat termasuk juga pengobatan alternatif tersebut," kata dokter Adib dalam webinar bersama Kalbe Farma, Senin (4/4/2022).
"Memang ada beberapa pengobatan alternatif itu yang sudah paham apabila fraktur akan disarankan ke dokter ortopedi," imbuhnya.
Dokter Adib menyampaikan bahwa pengobatan fraktur di tukang urut biasanya hanya untuk menyambungkan tulang yang patah. Tapi, tidak ada jaminan kalau bagian tubuh tersebut akan berfungsi normal kembali.
Hal itu yang membedakan dengan pengobatan langsung sefara medis melalui dokter ortopedi. Di mana dokter akan berupaya mengembalikan kondisi tulang agar bisa berfungsi normal kembali, bukan hanya menempel kembali.
"Itu yang harus dipahami, sehingga pada saat dia datang ke alternatif dipasang pakai bambu, kemudian diikat sampai 1 satu bulan, problemnya satu sisi mungkin nyambung tapi mungkin tidak mulus, tidak pas posisinya," ujarndokter spesialis ortopedi tersebut.
Selain itu, lantaran terlalu lama dibalut dengan lurus, kemungkinan akan berdampak pada persendian menjadi kaku. Kondisi tersebut yang sering kali ditemukan dokter Adib dalam praktik sehari-hari.
Baca Juga: 10 Anggota Polres Tulang Bawang Diperiksa Terkait OTT, Kapolres: Saya Belum Tahu Masalahnya
"Sehingga, kalau memang itu sudah ada problem di tulang, maka segeralah datang ke ortopedi," pesannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri