Suara.com - Puasa Ramadhan mewajibkan umat Muslim untuk tidak makan dan minum setelah sahur hingga masuk waktu Magrib.
Beberapa orang yang membutuhkan obat-obatan mungkin bingung boleh atau tidak mengonsumsi obat saat puasa.
Sebenarnya, boleh atau tidaknya mengonsumsi atau menggunakan obat tergantung pada jenisnya.
Contohnya minum obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol dan ibuprofen. Obat-obatan oral ini pastinya tidak boleh dikonsumsi selama waktu puasa.
Tapi, obat-obatan yang diresepkan dokter, seperti inhaler, suntikan, salep, krim, patch, dan obat tetes untuk hidung, telinga atau mata masih bisa Anda gunakan.
International Learning Movement (ILM) mengatakan Anda tidak bisa mengonsumsi obat-obatan tablet, seperti antihistamin, antibiotik, atau obat biasa lain selama waktu puasa. Karena jelas obat-obatan ini harus dimasukkan ke mulut, diminum, dan dicerna.
Bila Anda harus mengonsumsi obat oral, Anda bisa membagikan di antara waktu sahur, saat berbuka puasa dan setelah salat tarawih.
Tapi dilansir dari Metro UK, pastikan Anda minum obat-obatan tersebut di pembagian waktu yang sama setiap harinya.
Jika tidak memungkinkan untuk menggeser waktu konsumsi obat dan fisik tidak mampu berpuasa, maka Anda bisa tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu.
Baca Juga: Varian XE Diduga Lebih Menular dari Varian Omicron, Ini Gejala yang Bisa Terjadi!
Aturan ini juga berlaku pada orang sakit yang tidak kuat secara fisik untuk berpuasa penuh. Anda bisa dibebaskan tidak berpuasa, tetapi wajib menggantinya di lain waktu dalam setahun.
Namun, Anda juga bisa konsultasi dengan dokter mengenai rencana Anda berpuasa. Karena, dokter mungkin akan memberikan resep obat yang berbeda atau membantu mengatur jadwal minum obat.
Bila Anda juga diwajibkan untuk melakukan tes darah saat puasa, maka hal ini tidak akan membatalkan puasa. Meski begitu, sebaiknya juga tidak donor darah selama puasa Ramadhan.
Karena, donor darah bisa membuat Anda pusing hingga pingsan sebagai efek sampingnya. Sehingga Anda harus minum dan mengonsumsi sesuatu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi