Suara.com - Xanax, nama generik dari obat Alprazolam, dapat digunakan untuk mengobati kecemasan jangka pendek. Karena memiliki sifat adiktif, obat ini tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.
Efek obat ini relatif cepat, yakni sekitar satu hingga dua jam setelah dikonsumsi. Namun, selama waktu ini pengguna juga merasakan beberapa efek sampingnya, seperti sedasi dan pusing.
Efek samping ini muncul karena neurotransmitter GABA dapat memblokir pembawa pesan kimia selain kortisol di otak.
Efek samping penggunaan Xanax
Berdasarkan Insider, Xanax dapat menyebabkan efek samping di seluruh tubuh, termasuk di otak, jantung, dan otot.
Berikut daftar efek samping, yang diurutkan dari yang paling umum hingga jarang:
- Otak: mengantuk, sakit kepala, pusing, gangguan memori
- Sistem perncernaan: sembelit, mual, perubahan nafsu makan
- Jantung: detak jantung cepat, nyeri dada
- Organ sensorik: mulut kering, penglihatan kabur, tinitus atau telinga berdenging
- Sistem pernapasan: penekanan pernapasan yang dapat menyebabkan napas lambat, dangkal, dan sesak napas
Xanax juga dapat menyebabkan amnesia anterograde, kondisi ketika otak mengalami kesulitan untuk membentuk ingatan.
Jika efek sampingnya terasa parah atau tidak hilang dalam jangka panjang, maka perlu memeriksakan diri ke dokter.
Baca Juga: Bantu Atasi Stres dan Kecemasan, Dokter Sarankan Lakukan Latihan Pernapasan Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat