Suara.com - Sebagian besar orang penah mengalami panas dalam. Umumnya, panas dalam menimbulkan rasa tak nyaman pada tenggorokan. Selain itu, menimbulkan rasa nyeri juga saat menelan. Panas dalam ini dapat diobati menggunakan bahan-bahan alami. Adapun rekomendasi obat panas dalam alami akan diulas di sini.
Diketahui, panas dalam kerap dikaitkan dengan sejumlah gejala yang mendasarinya seperti sakit saat menelan, rasa nyaman pada tenggorokan, bau mulut, dan bibir pecah-pecah.
Secara pengobatan herbal, penyebab panas dalam ini karena terlalu berlebihan makan makanan yang diproses menggunakan suhu tinggi. Sedangkan secara medis, panas dalam adalah bagian dari gejala peradangan pada tubuh.
Terlepas dari penyebabnya, berikut ini beberapa rekomendasi obat panas dalam alami yang bisa Anda coba di rumah yang di lansir dari sejumlah sumber.
1. Berkumur air garam
Berkumur menggunakan larutan garam membantu redakan sakit tenggorokan maupun sariawan yang memicu panas dalam. Caranya, campurkan garam 1 sdt ke dalam segelas air putih hangat, lalu kumur-kumur sambil mendongak. Lalukan ini setidaknya 20-30 detik, kemudian buang airnya. Untuk hasil bagus, Anda bisa lakukan ini tiap beberapa jam sekali.
2. Makan sayur dan buah
Sayur dan buah ini tinggi serat, mineral, dan vitamin. Ini berguna untuk lancarkan pencernaan dan mengobati panas dalam. Pastikan Anda pilih buah dan sayur yang memiliki warna terang dan pekat. Anda bisa mengonsumsi sayur bayam, wortel, kangkung, brokoli, pepaya, stroberi, anggur, dan apel untuk obati panas dalam.
3. Perbanyak minum air putih
Baca Juga: Loloh Cemcem, Minuman Khas Bali Dari Daun yang Bisa Obati Panas Dalam
Beberapa gejala panas yakni tenggorokan kering serta bibir pecah-pecah, hal ini disebabkan oleh dehidrasi, oleh karena itu pastikan agat cukup mengonsumsi air putih. Setidaknya usahakan minum sehari 8-10 gelas air mineral untuk gantikan cairan yang hilang.
4. Madu
Dalam sejumlah penelitian, madu disebut sebagai obat alami masalah tenggorokan, termasuk panas dalam. Jadi, jika Anda mengalami tenggorokan sakit atau kering atau panas dalam, sebaiknya lekas minum madu murni. Diketahui, madu juga bagus untuk mengobati bibir kering dan pecah-pecah dengan cara mengolesnya ke area bibir.
Demikian informasi mengenai rekomendasi obat panas dalam alami yang perlu diketahui. Jika sudah mengonsumsi obat di atas namun panas dalam belum mereda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?