Suara.com - Jika Anda berpikir bahwa Anda bebas mencampurkan berbagai jenis buah-buahan dan mengonsumsinya bersamaan, maka Anda salah besar. Beberapa buah tertentu tak boleh dimakan atau diolah bersamaan, karena bisa menimbulkan efek yang tak diinginkan.
Dikutip dari HealthShots, dr. Swathi Reddy, Konsultan Fisioterapis dan konselor diet bersertifikat dari Motherhood Hospitals, Bengaluru, menyebutkan bahwa menggabungkan beberapa buah dapat menyebabkan dampak yang berbahaya pada sistem pencernaan dan juga kesehatan kita.
Lalu, kombinasi buah apa saja yang sebaiknya Anda hindari?
1. Jangan pernah mencampur melon dengan buah lain
Disarankan untuk menghindari mencampur buah semangka ataupun melon dengan buah-buahan lain. Menurut dr. Reddy, buah melon hanya boleh dimakan dengan jenis melon lainnya, karena dicerna lebih cepat daripada buah lainnya. Melon memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mungkin tidak dapat dicerna dengan baik jika dikombinasikan dengan buah-buahan lain.
2. Hindari mencampurkan buah-buahan berkarbohidrat dengan buah-buahan berprotein tinggi
Beberapa buah mengandung karbohidrat alami, seperti pisang. Sebaiknya hindari mencampurkan buah-buahan ini dengan buah-buahan berprotein tinggi seperti jambu biji, aprikot kering, buah kiwi, alpukat, dan blackberry. Untuk mencerna karbohidrat, tubuh harus dalam kondisi basa. Sebaliknya, tubuh harus dalam kondisi asam untuk mencerna protein dengan baik.
3. Hindari mencampur buah asam dengan buah manis
Buah-buahan asam seperti jeruk bali, stroberi, apel, delima, dan persik, tidak boleh dikombinasikan dengan buah-buahan manis seperti pisang dan kismis. Mencampurkan kedua jenis buah-buahan ini seringkali menyebabkan masalah pencernaan, seperti mual, asidosis, dan sakit kepala.
4. Hindari mengkonsumsi buah dan sayuran secara bersamaan
Tidak disarankan untuk menggabungkan buah dan sayuran secara bersamaan. Hal ini karena kandungan gula yang tinggi dari buah dapat menghambat proses pencernaan sayuran. Jadi, makan jeruk dan wortel di waktu bersamaan mungkin bukan yang terbaik untuk perut Anda!
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital