Suara.com - Demi menyempurnakan penampilannya, Dinda Syarif melakukan operasi penghilangan jakun di Thailand belum lama ini. Transgander ini pun mengunggah foto sebelum dan sesudah operasi penghilangan jakun di Instagram Story.
"Jakun sebelum dikikis," tulis Dinda dalam unggahan tersebut.
Apa itu operasi penghilangan jakun?
Operasi penghilangan jakun atau chondrolaryngoplasty sangat umum dilakukan oleh transpuan. Prosedur ini dilakukan untuk mengurangi ukuran tonjolan laring (jakun), yang terletak di atas kelenjar tiroid di tengah tenggorokan.
Dikutip dari Healthline, dokter bedah akan mengeluarkan tulang rawan tiroid di bagian depan laring selama prosedur.
Chondrolaryngoplasty biasanya dilakukan dengan anestesi umum dan berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam.
Berikut tahapan operasi penghilangan jakun:
- Dokter bedah akan membuat sayatan kecil horizontal di bawah dagu atau rahang, di lipatan kulit. Tujuannya untuk memastikan bahwa bekas lukas tidak akan terlihat nantinya.
- Dokter akan memasukkan kamera kecil melalui sayatan. Ini dilakukan untuk menemukan tulang rawan tiroid dan pita suara.
- Kartilago tiroid akan dipotong.
- Dokter bedah harus berhati-hati agar tidak mengenai pita suara.
- Setelah selesai, dokter akan menjahit sayatan.
Selama masa pemulihan, pasien mengistirahatkan suara untuk sementara waktu dan makan makanan lunak atau diet cair sampai tenggorokan terasa nyaman untuk menelan.
Hasilnya akan segera terlihat ketika pembengkakan mereda dan bekas luka yang memerah akan kembali ke warna semula seiring waktu.
Baca Juga: Ingin Punya Leher Mulus seperti Wanita, Transgender Dinda Syarif Berhasil Operasi Jakun di Thailand
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink