Suara.com - Virus corona Covid-19 memang penyakit yang menyerang saluran pernapasan, tetapi juga bisa menyerang organ tubuh lainnya. Karena itu, virus ini bisa menimbulkan gejala yang tidak berhubungan dengan saluran pernapasan.
Misalnya, gejala gastrointestinal atau gejala yang berhubungan dengan penyakit usus pada pasien virus corona Covid-19.
Virus corona Covid-19 bisa menyebabkan gejala gastrointestinal yang meliputi diare, muntah dan sakit perut.
Sesuai penelitian, 1 dari 5 orang yang dinyatakan positif virus corona Covid-19 memiliki setidaknya satu gejala gastrointestinal, seperti muntah, sakit perut, dan diare.
Selama gelombang ketiga Covid-19, lebih banyak laporan tentang gejala gastrointestinal.
Sementara banyak yang mengaitkan gejal gastrointestinal ini sebagai ciri varian Omicron, ada pula yang mengatakan masalah perut merupakan indikator pitensoal infeksi sejak pandemi Covid-19 dimulai.
"Bukannya varian Omicron cenderung menyebabkan gejala gastrointestinal, tetapi lebih karena sekarang lebih mudah untuk mendeteksi virus corona pada pasien tersebut di awal pandemi," kata Dr Sumon Chakrabarti, spesialis penyakit menular di Mississauga, Ontario dikutip dari Times of India.
Pernyataan Dr Chakrabarti didukung oleh studi penelitian tahun 2020. Studi ini menemukan bahwa dari 18.246 pasien, diare adalah gejala gastrointestinal yang paling umum.
Diare dialami oleh sekitar 11,5 persen pasien, diikuti mual dan muntah yang dialami 6,3 persen pasien dan sakit perut dialami oleh 2,3 persen pasien.
Baca Juga: Lahir Prematur dan Idap Penyakit Paru Kronis, Bayi Ini Terinfeksi Virus Corona Covid-19!
Berkenaan dengan keparahan klinis, 17,5 persen pasien diklasifikasikan sebagai sakit parah dan 9,8 persen dianggap memiliki penyakit tidak parah.
Ada beberapa studi penelitian tentang bagaimana virus corona dapat mempengaruhi saluran pencernaan seseorang.
Reseptor virus corona adalah enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2) yang afinitas pengikatannya untuk virus ini 10-20 kali lebih tinggi daripada virus lain dari famili ini.
Banyak kasus dan penelitian di rumah sakit melaporkan ACE2 diekspresikan secara melimpah tidak hanya di sel alveolar paru tipe 2 dan sel esofagus, tetapi juga pada sel di saluran cerna, termasuk sel kelenjar lambung, duodenum dan rektal, enterosit serap dari ileum dan rektal.
Karena itu, usus besar juga termasuk jaringan yang rentan terhadap infeksi virus corona Covid-19.
Ada beberapa cara untuk membedakan sakit perut akibat virus corona dan penyakit lain. Sakit perut akibat penyakit lain jarang disertai demam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem