Suara.com - Seorang bayi prematur yang tertular virus corona Covid-19 telah dinyatakan sembuh dan kondisinya cukup mengejutkan.
Mulanya, Chloe Connolly, melahirkan bayi kembar bernama Esmaè dan Averly McGuinness secara prematur pada September 2021 lalu.
Bayi kembar itu lahir 9 minggu lebih awal dari hari perkiraan lahir (HPL) di rumahnya di Airdrie, Lanarkshire Utara.
Chloe melahirkan bayi kembarnya secara prematur hanya dengan bantuan dari suaminya, Darren McGuinness di rumah. Setelah lahir, kedua bayi kembarnya dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Wishaw, Lanarkshire Utara.
Sebab, ia merasakan sakit mendadak sehingga memutuskan menghubungi ambulans. Saat paramedis datang dalam waktu 28 menit, kedua bayi kembarnya sudah lahir.
"Saya merasa tidak enak badan. Saya mulai merasakan sakit yang sangat parah dalam semalam dan semuanya terjadi begitu cepat. Saat paramedis datang, kedua bayiku sudah lahir," kata Chloe dikutip dari News Week.
Chloe mengatakan Averly lahir lebih dulu dan disusul Esmaè setelah 6 menit. Mereka berdua pun dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis karena lahir prematur.
Sebulan menjalani perawatan, Averly dinyatakan positif virus corona Covid-19. Virus ini pun sangat rentan bagi kondisinya yang menderita penyakit paru-paru kronis.
Dokter pun memindahkan bayi itu ke Rumah Sakit Anak Kerajaan di Glasgow dalam kondisi koma dan membutuhkan bantuan ventilator.
Baca Juga: Alami Baby Blues saat Lahiran Anak Pertama, Sosok Ibu Ini Dapat Banyak Simpati dari Warganet
Chloe pun merasa hancur melihat kondisi salah satu bayinya yang tak berdaya. Ia sempat khawatir Averly tidak akan selamat dan mulai merencanakan pemakamannya.
"Ini benar-benar bagaikan rollercoaster bagi kami, kami berpikir dia tidak akan bertahan. Para dokter juga telah mengingatkan kami untuk siap dengan segala kemungkinan," jelasnya.
Beruntungnya, kondisi Averly membaik dan kembali menjalani perawatan di unit neonatal Wishaw bersama kembarannya setelah 2 minggu dirawat intensif.
"Saya tidak tahu bagaimana dia mampu melewati semua ini, dia sangat kecil tetapi memiliki kekuatan untuk melewatinya," ujarnya.
Kini, bayi kembar prematur itu sudah berusia 7 bulan. Keduanya sama-sama menderita penyakit paru-paru kronis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI