Suara.com - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika) menyebut kasus COVID-19 di Afrika masih terus bertambah.
Dikutip dari ANTARA, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Afrika mencapai 11.446.107 hingga 1 Mei.
Badan layanan kesehatan khusus Uni Afrika itu mengatakan korban meninggal karena COVID-19 di seluruh Afrika berjumlah 252.157 dan sejauh ini sebanyak 10.803.991 pasien telah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.
Afrika Selatan, Maroko, Tunisia, Mesir dan Libya menjadi negara yang paling banyak melaporkan kasus, kata CDC Afrika.
Afsel mencatat angka tertinggi dengan 3.791.925 kasus, disusul Maroko dengan 1.164.953 kasus, hingga Ahad.
Terkait beban kasus, Afrika bagian selatan menjadi kawasan yang paling terdampak pandemi, diikuti utara dan timur. Sedangkan Afrika tengah menjadi yang paling sedikit terimbas pandemi, menurut CDC Afrika.
Long COVID-19 Mengintai 200 Juta Orang di Dunia
Para ilmuwan di dunia memperkirakan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia mengalami efek jangka panjang dari Covid-19, berdasarkan penelitian baru-baru ini.
Ada kebingungan dan heterogenitas substansial tentang bagian mana dari pasien yang didiagnosis Covid-19 yang berjuang dengan kondisi pasca-Covid setelah fase gejala akut infeksi berakhir.
Baca Juga: Libur Lebaran, Pantai Kuta Bali Mulai Dipadati Wisatawan
Ada keraguan dalam definisi long covid dalam literatur. Baru-baru ini, WHO mengusulkan definisi kasus klinis dari kondisi pasca Covid-19.
“Sebelum pengenalan definisi ini, penelitian telah melaporkan adanya rangkaian gejala pada beberapa titik waktu setelah diagnosis Covid, (selang 30 hari, 90 hari, 6 bulan, 1 tahun). Kami ingin mensintesis bukti dari penelitian di seluruh dunia dan mengidentifikasi gejala yang paling sering dilaporkan," kata kandidat MS dalam biostatistik di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, Spencer R. Haupert, BS, dikutip dari Healio.
Perkiraan prevalensi gejala jangka panjang terjadi pada jarak waktu 30 sampai 120 hari setelah infeksi masing-masing, menurut penelitian.
Selain itu, penelitian yang dilakukan Haupert dkk juga mencatat lebih dari 16 negara warganya mengalami pasca Covid-19, bervariasi di seluruh wilayah geografis. Prevalensi tertinggi terjadi di Asia (51%), diikuti oleh Eropa (44%) dan Amerika Utara (31%).
"Negara-negara perlu mengambil pendekatan proaktif dan memiliki sistem dukungan kesehatan dan ekonomi. Ini tentu saja menjadi beban perawatan kesehatan yang besar tetapi juga dapat menghambat produktivitas ekonomi karena kondisi disabilitas pasca Covid-19," kata Haupert.
Berita Terkait
-
Piala Afrika 2025: Mesir Tantang Senegal di Semifinal, Salah Reuni dengan Sadio Mane
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
8 Tim Lolos Perempat Final Piala Afrika 2025, Jadwal & Duel Sengit Sudah Menanti
-
Ngeri! Anggota FBI Pantau Laga Maroko vs Kongo di Piala Afrika 2025, Mau Nyulik Siapa?
-
Hasil Piala Afrika 2025: Kalahkan Afrika Selatan, Kamerun Lolos ke Perempat Final
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin