Suara.com - Operasi implan payudara menempati urutan teratas dalam hal operasi bedah kosmetik. Dengan kemajuan dalam hal obat-obatan dan teknologi, operasi bedah kosmetik ini telah banyak dipraktikkan.
Tak hanya bertujuan untuk pembesaran payudara, operasi implan payudara juga dilakukan untuk mengembalikan bentuk payudara setelah mastektomi, serta untuk mengatasi kelainan bawaan dan kelainan bentuk dada.
Tentu saja, operasi merupakan sebuah tindakan yang berisiko tinggi. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukannya, Anda harus mengetahui risiko menjalani operasi implan payudara.
Berikut 3 hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani operasi implan payudara, seperti dilanisr dari Healthshots.
1. Diskusikan dengan dokter
Meskipun Anda telah banyak membaca seputar implan payudara di internet, tetaplah berkonsultasi dengan dokter, terutama ahli bedah, untuk mengetahui dengan jelas mengenai prosedur yang paling sesuai untuk Anda.
Dokter akan menjelaskan fakta, memberi informasi dengan kata-kata yang mudah dimengerti, dan membantu Anda dalam membuat keputusan.
2. Pertimbangkan risiko terkait implan payudara
Operasi implan payudara, jika berhasil, memang dapat meningkatkan estetik payudara. Tetapi, risiko tetap ada, meski jarang terjadi. Jika Anda adalah ibu menyusui, maka implan payudara terkadang bisa sangat berbahaya bagi bayi Anda.
Selain itu, ada pula risiko di mana operasi penambahan ukuran tidak merata, dan penyakit yang terkait dengan operasi implan payudara. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan kesehatan Anda sebelum melakukan operasi. Anda harus menjalani pemeriksaan terperinci sebelum operasi implan payudara dilakukan.
3. Ketahui komplikasi saat pemulihan
Pemulihan pembesaran payudara tidak selama atau sesulit beberapa operasi plastik lainnya. Anda mungkin akan merasa tidak nyaman, bengkak, sakit, atau sesak di berbagai titik selama penyembuhan. Anda mungkin juga akan merasa gatal, panas, atau berat.
Baca Juga: Bukan Untuk Cantik, 8 Perempuan Malaysia Operasi Plastik Agar Tak Ditangkap Polisi
Tapi, gejala-gejala ini umumnya hanya berlangsung tiga sampai lima hari pertama setelah perawatan. Setelah itu, banyak pasien melaporkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat kenyamanan. Dalam satu atau dua minggu, sebagian besar pasien pembesaran payudara bisa kembali bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif