Suara.com - Berenang adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk berolahraga jika Anda merasa sulit atau membosankan untuk pergi ke gym atau bentuk olahraga lainnya. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk berolahraga di dalam atau di luar ruangan. Berenang tidak memerlukan peralatan apa pun dan seseorang dapat berenang di badan air yang aman. Nah, berikut ini manfaat melakukan renang bagi tubuh.
Diketahui, berenang sering disebut sebagai olahraga yang sempurna karena memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan umur panjang. Penelitian telah menunjukkan bahwa perenang memiliki tingkat kematian 50% lebih rendah dibandingkan dengan pelari, pejalan kaki, dan mereka yang tidak aktif.
Berenang adalah bentuk latihan aerobik yang bagus/kardio tanpa banyak dampak pada sendi, sehingga mengurangi risiko kerusakan sendi dan mencegah memburuknya sendi yang rusak dalam kondisi seperti radang sendi. Berenang adalah olahraga yang efektif untuk semua kelompok umur.
Melansir dari situs Medicinenet, Senin (9/5/2022), berikut ini manfaat melakukan renang bagi tubuh yang perlu diketahui.
1. Penurunan berat badan
Berenang adalah cara yang bagus untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan. Bergantung pada jenis gaya dan intensitas renang, berenang bahkan dapat membakar lebih banyak kalori daripada berlari dan beberapa latihan kardio lainnya. Oleh karena itu, sesi renang intens selama 30 menit dapat membakar kalori yang sama atau lebih banyak daripada olahraga lari.
2. Peningkatan kekuatan dan definisi otot
Perenang meningkatkan kekuatan sendi, kekuatan otot, dan definisi otot di seluruh tubuh, membuat tubuh tampak kencang dan terdefinisi dengan baik. Di antara semua latihan, berenang menyebabkan sedikit ketegangan pada otot dan persendian.
3. Peningkatan fleksibilitas
Baca Juga: Pria Ini Berniat Bikin Kolam Ikan Malah Berujung Jadi Kolam Renang Bocil
Berenang melibatkan banyak gerakan memutar, peregangan, dan sendi untuk bergerak di air, melawan resistensi. Ini berguna untuk meningkatkan fleksibilitas. Banyak orang gemuk tidak dapat berolahraga karena nyeri sendi dan masalah radang sendi. Bagi orang-orang ini, berenang adalah pilihan yang sangat baik.
4. Membantu pengobatan asma
Menghirup udara gym yang kering atau alergi serbuk sari dapat memicu serangan asma pada mereka yang menderita asma akibat olahraga . Menghirup udara lembab saat berenang mengurangi risiko ini. Berenang dapat membantu mengobati gejala asma dengan meningkatkan kapasitas paru-paru dan kondisi paru-paru secara keseluruhan.
5. Mengurangi stres dan depresi
Berenang melepaskan endorfin dan perasaan relaksasi yang mirip dengan yoga. Berada di dalam air, terutama di kolam renang luar ruangan atau badan air alami, dapat menenangkan, mengurangi depresi dan kecemasan.
Demikian ulasan mengenai manfaat melakukan renang bagi tubuh. Selain manfaat di atas, ada juga manfaat lainnya seperti meningkatkan fokus dan orientasi tujuan, menjaga kebugaran, terapi, dan lain sebagainya.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!