Suara.com - Salah diagnosis memang berisiko membuat kondisi pasien semakin parah. Inilah yang terjadi pada gadis bernama Georgia Ford (20) asal Inggris.
Mahasiswi Universitas Exeter ini awalnya mengeluh mulas ketika pertama kali memeriksakan diri ke dokter. Ia pun menceritakan bahwa dirinya sering minum alkohol.
Akhirnya dokter memberi obat untuk melindungi lapisan perutnya. Namun, ternyata obat tersebut tidak manjur dan sakitnya masih ia rasakan meski sudah berhenti minum alkohol.
Pada pemeriksaan kedua dokter salah mendiagnosisnya dengan kejang otot.
Beberapa bulan kemudian, Ford merasakan sakit punggung hebat hingga hampir tidak bisa berbaring. Dia juga mengalami batuk parah yang membuatnya sampai muntah dan mengalami penurunan berat badan.
Sayangnya, Ford menduga dokter tetap tidak peduli dengan kondisinya.
"Mereka pada dasarnya mengatakan itu semua hanya ada di pikiranku, bahwa aku tidak sakit sama sekali. Aku berkata, 'Aku tidak percaya, aku mengalami semua gejala parah ini dan semua itu hanya dipikiranku," ujar Ford, dilansir Insider.
Ia pun terheran-heran dengan jawaban dokter. Bahkan, ketika Ford datang ke UGD dengan batuk darah dan bercak keruh di paru-parunya, dokter mengatakan kondisinya tidak mengancam jiwa.
Akhirnya ia memeriksakan diri ke praktisi swasta pada enam bulan setelah gejalanya dimulai. Kali ini, ia didiagnosis menderita karsinoma sel ginjal (KSG) papiler tipe 2.
Itu adalah jenis kanker ginjal langka yang telah menyebar ke paru-paru, hati, kelenjar getah bening, dan tulangnya. Pada tahap ini, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun Ford adalah 8%.
Ia pun dirawat di unit onkologi selama dua minggu, menjalani dua jenis pengobatan lain, salah satunya imunoterapi.
Karena kondisinya ini, Ford pun mendorong orang lain untuk selalu mencari jawaban jika merasa ada yang salah dengan kondisi kesehatan sendiri.
"Jika Anda merasa ada sesuatu yang salah, Anda perlu mendorong dan mendorong," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli