Suara.com - Penyakit yang sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya adalah hepatitis akut. Lalu hepatitis akut menular lewat apa?
Penting untuk diketahui dahulu bahwa hepatitis akut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang ditandai dengan peradangan akut parenkim hati atau cedera hepatosit yang mengakibatkan peningkatan indeks fungsi hati. Hal yang menjadi dugaan hepatitis akut menular lewat apa dapat dijelaskan dalam uraian di bawah ini.
1. Rute Enterik: Penularan Hepatitis A dan Hepatitis E
Dugaan pertama untuk menjawab dugaan hepatitis akut menular lewat apa ialah bahwa virus Hepatitis A dan hepatitis E (HAV dan HEV) keduanya dapat ditularkan melalui enterik, yaitu pencernaan atau dengan tinja, rute. Ini juga dikenal sebagai rute fecal-oral.
Untuk terkena virus ini, Anda harus menelan kotoran yang terinfeksi virus. Beberapa wilayah di dunia, seperti India, Bangladesh, dan Amerika Tengah dan Selatan, sangat rentan terhadap virus ini. Sekitar sepertiga orang di Amerika Serikat telah terpapar virus hepatitis A.
2. Rute Parenteral: Penularan Hepatitis B, Hepatitis D, dan Hepatitis C
Hepatitis B, C, dan D virus (HBV, HCV, dan HDV) semua ditularkan oleh apa yang dikenal sebagai rute parenteral. Parenteral berarti bahwa virus ini dapat menular melalui semua rute kecuali melalui saluran usus. Mari kita lihat kemungkinan rute penularan untuk masing-masing jenis virus hepatitis ini lebih dekat.
3. Melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi
Adalah sebuah kemungkinan hepatitis akut menular lewat apa dapat diketahui melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi. Itu berarti bahwa virus dapat ditularkan melalui darah, keringat, air mata, air liur, air mani, sekresi vagina, darah menstruasi, dan ASI dari orang yang terinfeksi.
Baca Juga: Populer Kesehatan: 5 Jenis Sakit Kepala dan Jumlah Kolesterol Normal dalam Tubuh Manusia
Peluang seseorang terpapar hepatitis karena terinfeksi cairan tubuh orang yang terinfeksi dapat mencakup berbagi jarum suntik atau mendapatkan tato atau tindikan tubuh dengan alat yang terinfeksi, dan bisa juga melalui hubungan seksual. Faktanya, hampir dua pertiga kasus hepatitis B akut di Amerika Serikat terjadi melalui hubungan seksual.
Demikian itu informasi kemungkinan hepatitis akut menular lewat apa. Semoga informasi di atas bermanfaat. Jaga kesehatan dan juga jaga lingkungan Anda tetap sehat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini